KPU Bangli Mulai Distribusikan Logistik Pemilu ke Desa

KPU Bangli mulai mendistribusikan logistik Pemilu 2024 pada H-2 hari pemungutan suara atau Senin (12/2/2024). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – KPU Bangli mulai mendistribusikan logistik Pemilu 2024 pada H-2 hari pemungutan suara atau Senin (12/2/2024). Proses distribusi dilakukan secara bertahap selama dua hari.

Ketua KPU Bangli, I Kadek Adiawan, Senin (12/2/2024) mengatakan, total ada 21 kendaraan yang digunakan untuk distribusi logistik. 20 kendaraan berupa truk boks, dan satu mobil boks KPU Bangli.

Bacaan Lainnya

Proses distribusi logistik dimulai sejak pukul 06.30 Wita. Sebelum berangkat, dilakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan dan sopir oleh Dishub Bangli dan Polres Bangli. Pengecekan kelayakan kendaraan oleh Dishub meliputi kelayakan ban, pengereman, lampu, sein kanan-kiri, depan dan belakang.

Dari kepolisian memeriksa kelengkapan surat-surat dari sopir. “Usai pengecekan, kendaraan menuju ke gudang penyimpanan logistik KPU Bangli, gudang A dan gudang B,” jelasnya.

Untuk di gudang A, sambungnya, logistik yang didistribusikan untuk sembilan desa di Kecamatan Susut. Sementara di gudang B, total ada 40 desa dari Kecamatan Bangli dan Kintamani. Kemarin distribusi logistik untuk Kecamatan Susut selesai, sisanya lagi 23 desa di Kintamani dan Bangli serta seluruh desa di Kecamatan Tembuku didistribusikan hari ini.

Mengenai pendistribusian logistik memakan waktu dua hari, dia berujar karena jumlah kendaraan yang dimanfaatkan hanya sebanyak 20 truk boks. Di samping itu juga pertimbangan keterbatasan akses masuk truk boks ke gudang. Bila dipaksa harus selesai dalam sehari, maka akan memakan waktu hingga malam hari untuk menyelesaikan 4.010 kotak suara tersebut.

Baca juga :  Karya Mecaru Rsi Gana, Melaspas dan Mendem Pedagingan di Banjar Tatasan Kaja Tonja

Kendala dalam pendistribusian yang paling diantisipasi, ungkapnya, adalah kemungkinan turun hujan. Hal ini diantisipasi dengan membungkus logistik menggunakan plastik. Kendala akses jalan, sementara ada dua desa yang logistiknya menggunakan mobil boks, yakni di Desa Belandingan dan Desa Subaya, Kecamatan Kintamani.

“Untuk di Desa Belandingan, akses jalannya yang ekstrem. Sementara di Desa Subaya, lebar badan jalannya tidak bisa dilintasi kendaraan truk. Nanti akan disimpan sementara di kantor desa,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.