POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Akibat hujan yang mengguyur tiada henti sejak Kamis (6/7/2023) hingga Jumat (7/7/2023) malam, sejumlah daerah di Bali dikepungbencana banjir dan longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mengkonfirmasi, telah terjadi banjir di 12 wilayah, longsor terjadi di 29 titik dan pohon tumbang terjadi di 31 titik.
Bencana banjir dan longsor telah menyebabkan 4 bangunan jebol, dua unit rumah warga rusak, satu ruas jalan ambles, dan menyebabkan satu orang meninggal dunia. Sementara satu orang lainnya sedang dalam pencarian. Seorang yang dilaporkan hanyut terbawa banjir di Lingkungan Taman Kaja, Ubud ditemukan dalam keadaan selamat dan menderita luka-luka.
Dari Karangasem dilaporkan, akibat hujan deras selama dua hari telah menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah. Salah satu kerusakan terparah di wilayah Desa Ngis Kaler, Desa Tribuana, Kecamatan Abang akibat terjadi longsor yang mengakibatkan tiga orang terseret longsoran tanah. Satu korban atas nama I Ketut Tunas ditemukan meninggal, Ni Nyoman Ririg dilarikan ke RSUD dalam kondisi patah kaki, dan I Komang Aditya Pratama masih dalam pencarian.
Perbekel Desa Tribuana, I Nyoman Kerti, longsor diperkirakan terjadi pada Kamis (6/7/2023) malam. Tingginya intensitas hujan membuat tanah di posisi hulu dekat rumah korban, longsor dan menyeret ketiga korban yang saat itu dalam kondisi tidur.
“I Ketut Tunas, Ni Nyoman Ririg bersama satu cucunya, I Komang Aditya Pratama, terseret longsoran. Selama evakuasi sejauh ini baru ditemukan satu orang yakni Ketut Tunas dalam kondisi meninggal dunia. Ni Nyoman Ririg dalam kondisi patah kaki, dirujuk ke RSUD. Sementara I Komang Aditya Pratama belum ditemukan, masih dalam proses pencarian,” sebutnya dengan nada sedih.
Berdasarkan pantauan di lokasi, proses evakuasi masih berlangsung oleh Tim Basarnas dan BPBD Karangasem dibantu warga setempat yang ikut bergotong royong. Mengingat medan yang sangat sulit, untuk sementara evakuasi dilakukan secara manual.
Menyikapi musibah tersebut, Basarnas turun dengan tujuh personel Pos SAR Karangasem diberangkatkan ke lokasi untuk membantu evakuasi. Kondisi rumah korban rusak parah, dan terlihat pohon-pohon besar terbawa longsoran. Sampai berita ini ditulis, Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan korban yang hilang.
Nestapa juga terjadi di Tabanan. Hujan deras yang mengguyur tiada henti di Tabanan dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir, mengakibatkan bencana alam di sejumlah tempat, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Begitu juga yang terjadi sekitar Perumahan Panorama Sanggulan, Kediri, banjir melanda hingga ke rumah-rumah penduduk, Jumat (7/7/2023).
Terkait bencana tersebut, personel Satsamapta Polres Tabanan yang dipimpin Kasat Samapta AKP Gusti Kade Alit Murdiasa, bersama Kanit 1 Dalmas Ipda I Nyoman Ardanayasa, Kanit 2 Dalmas Aiptu Yoga Mahendra, beserta anggota, melaksanakan kegiatan evakuasi terhadap korban banjir bandang, di antaranya di Perumahan Panorama Sanggulan yang memang langganan banjir karena lokasi rendah. Proses evakuasi juga melibatkan TNI, serta dibantu warga.
Banjir serupa juga terjadi di beberapa wilayah perumahan, baik yang di perkotaan maupun daerah pinggiran Tabanan. Terutama di lokasi yang rendah dan landai. Banjir juga sempat menimbulkan kemacetan arus lalu lintas, termasuk ruas jalan yang jadi langganan banjir seperti di sekitar Jembatan Tukad Yeh Nu, Jembatan Tukad Yeh Empas di Dauh Pala, juga di beberapa ruas jalan utama seperti di Jalan Pahlawan depan Polres Tabanan.
Beberapa buah mobil juga dikabarkan ada yang hanyut terseret banji di perumahan wilayah Kediri. Di beberapa tempat lainnya, sejumlah pengendara sepeda motor juga terjebak banjir.
Pada hari itu juga, sekitar pukul 04.00 Wita, terjadi bencana alam tanah longsor yang mengakibatkan pagar rumah sepanjang 20 meter milik I Made Darma di Banjar Kelaci, Desa Marga Dauh Puri, roboh dan jebol karena tergerus air kali di samping rumah tersebut. Tidak ada korban jiwa, namun timbul kerugian material sekitar Rp50 juta.
Di tempat lain, tanah longsor juga mengakibatkan senderan dan pagar rumah milik I Nyoman Mawa di Banjar Tatag, Desa Kukuh, Marga, jebol. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.30 Wita itu, menimbulkan kerugian material sekitar Rp40 juta.
Tanah longsor juga menimpa warung milik I Made Dwi Amerta, tempat jualan ayam potong dan bebek. Tempat tersebut longsor sekitar delapan meter, dengan kedalaman sekitar empat meter. Timbul kerugian sekitar Rp55 juta.
Sementara pohon rambutan tumbang menimpa atap asbes poskamling di Banjar Bugbugan, Desa Marga Dajan Puri, Kecamatan Marga. Kerugian sekitar Rp500.000. Begitu juga tembok pagar sepanjang 25 meter sebelah selatan SMAN 1 Marga, roboh mengarah ke setra. Tembok tersebut roboh karena tergerus air hujan, yang juga mengakibatkan akses menuju ke sekolah itu jadi tertutup.
Di Selemadeg Timur (Seltim), juga terjadi tanah longsor di Banjar Apit Yeh, Desa Gunung Salak. Tanah longsor juga terjadi di Banjar Jelijih Tegeh, Desa Megati, yaitu di pinggir jalan jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Tanah longsor sekitar 10 meter, dan sudah dipasang tanda atau rambu-rambu,” ujar Kapolsek Seltim AKP I Ketut Budiarsana.
Dari beberapa peristiwa bencana alam yang disebabkan curah hujan tinggi dan angin kencang di Tabanan dan sekitarnya, hingga berita ini ditulis sekitar pukul 19.15 Wita, pihak BPBD Kabupaten Tabanan masih melakukan pendataan dan penanganan langsung menyebar ke sejumlah lokasi kejadian.
“Dari data laporan yang tercatat, pada hari Jumat (7/7/2023) ini sedikitnya ada 40 titik lokasi bencana alam dampak dari hujan deras. Laporan baru juga segera menyusul, terkait pohon tumbang di Belimbing, Kecamatan Pupuan, dan sebelumnya juga pohon kelapa tumbang karena tanah longsor yang menimpa seekor sapi hingga mati. Data laporan kejadian masih terus berkembang, dan jumlah kerugian material belum bisa kami prediksi untuk saat ini,” ujar Kalakhar BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri.
Sementara dari Kabupaten Badung dilaporkan terjadi bencana tanah longsor di Banjar Bantas, Desa Sibang Gede, Abiansemal Badung. Tanah yang amblas, Jumat (7/7/2023) turut serta menumbangkan sebuah pohon hingga menutupi jalan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, I Ketut Murdika, mengatakan, tim siaga bencana dari Desa Sibang Kaja melaporkan kejadian itu sekitar pukul 07.35 Wita. Tim pun bergerak untuk langsung melakukan pembersihan. “Kita langsung lakukan pembersihan karena ada kabel yang tertimpa pohon. Jadi kami juga minta tim dari PLN untuk lakukan penanganan kabel,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Pihaknya mengaku ada beberapa laporan bencana di Badung saat ini, khususnya pohon tumbang. Hanya saja tidak besar dan tidak ada korban jiwa. Kendati demikian diakui penanganan bencana tetap akan dilakukan, bahkan pihaknya menghimbau agar selalu waspada akan terjadinya bencana alam.
“Untuk pohon tumbang juga terjadi di Areal Pura Dalem Gede Sibang kaja, yang menimpa kabel internet. Laporan itu pun sudah kami teruskan ke instansi terkait untuk segera ditangani,” ucapnya.
Diakui, saat ini di Badung masih terjadi hujan disertai dengan angin yang kencang. Bahkan di wilayah Belok Sidan terjadi pergeseran tanah, yang membuat penyengker pura retak.
“Karena cuaca ekstrim hujan yang terus menerus menyebabkan terjadinya pergerakan tanah yang mengakibatkan pondasi tembok penyengker halaman madya Mandala dan bataran bale lantang pura subak Indrakila Banjar Penikit Desa Belok Sidan, Petang menjadi retak,” imbuhnya.
Selain itu, sejumlah peristiwa lainnya juga tercatat akibat hujan deras yang terjadi kemarin. Beberapa diantaranya adalah : ranting pohon beringin patah menimpa Balai gong di Pura Taman Sari Banjar Tanggayuda, Desa Bongkasa. Tembok rumah warga di Br Sayan Baleran Desa Werdi Bhuwana jebol diterjang banjir. Tembok penyengker Pura Beji Puseh, Desa Adat Banjar Sayan rusak akibat air meluap. Tembok Penyengker pemandian di Beji Taman Gili Dukuh, Desa Blahkiuh juga jebol.
Bencana banjir dan pohon tumbang juga melanda Jembrana, yang terletak di ujung barat Pulau Bali. Banjir yang disebabkan oleh curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan kerugian besar dan mempengaruhi kehidupan warga. Bahkan, jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk sempat lumpuh akibat pohon tumbang dan air sungai di jembatan perbatasan Desa Pangyangan dengan Gumbrih, Kecamatan Pekutatan naik pada Jumat (7/7/2023).
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, bencana pohon tumbang terjadi di Jalan Pulau Irian, Kelurahan Dauhwaru, Desa Budeng, dan di Jalan Denpasar – Gilimanuk tepatnya di sebelah barat MIN 5 Jembrana yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas sepanjang 1 kilometer. Selain itu, pohon tumbang juga terjadi di Banjar Munduk Kemoning, Desa Dangin Tukadaya.
Selain pohon tumbang, banjir juga terjadi di wilayah STIT Desa Kaliakah yang menyebabkan beberapa rumah warga tergenang. Sementara banjir di Jalan Sahadewa Kelurahan Banjar Tengah, di Wilayah Kota Negara sekitar depan SPBU kota sampai depan Pasar Negara menyebabkan arus lalu lintas terhambat. Untuk di wilayah Lingkungan Awen, Kelurahan Lelateng, 4 rumah warga tergenang dan terisolir.
Sedangkan di wilayah Desa Pengambengan, rumah warga terendam dan warga direncanakan diungsikan ke Kantor Kepala Desa. Banjir juga terlihat menggenangi Jalan Sudirman depan Kantor Pengadilan Negeri Jembrana. Bahkan, banjir juga sempat membuat jalur Denpasar-Gilimanuk lumpuh lantaran air sungai di jembatan pangyangan naik serta di posko simpang pertigaan Gumbrih air memenuhi jalan Denpasar-Gilimanuk. Sehingga para pengguna jalan dihentikan sejenak oleh petugas kepolisian sambil menunggu air surut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Bencana lainnya, ombak cukup tinggi terjadi di pesisir Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Hal ini membuat abrasi di kawasan tersebut kian parah. Selain menyebabkan sejumlah rumah kembali rusak, terjangan ombak juga mengikis jalan. Bahkan dari informasi, sejumlah perahu nelayan di pesisir Pebuahan hanyut dan tenggelam karena terhempas ombak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengatakan, pihaknya hingga kemarin masih melakukan pemantauan wilayah-wilayah yang terdampak banjir serta bencana lainya. “Untuk warga yang terisolir di Lingkungan Awen Kelurahan Lelateng, kami sudah melaksanakan assesment, penanganan dan monitoring ke lokasi kejadian, termasuk memberikan bantuan sembako dan tenda pengungsian kepada warga. Tenda didirikan di Kantor Desa Pengambengan serta menyiapkan kebutuhan air bersih untuk kebutuhan warga di Desa Pengambengan dan sekitarnya. Untuk laporan lebih lanjut nanti akan kami sampaikan,” pungkas Artana Putra.
Sejumlah bencana juga mengepung Kabupaten Bangli setelah hujan deras disertai angin kencang “mengamuk” sejak Kamis (6/7/2023) sore hingga Jumat (7/7/2023) pagi. Mulai dari jebolnya tembok penyengker rumah warga, sampai tanah longsor.
Di Kecamatan Bangli misalnya, tanah longsor terjadi di wilayah Jalan Raya Besakih yang menghubungkan Desa Tembuku dan Yangapi, sampai menutupi sebagian badan jalan. Ada juga kerusakan tembok penyengker rumah Dewa Putu Konten di Desa Jehem, dengan kerugian ditaksir Rp25 juta. Ada juga bahu jalan jebol dan pohon tumbang di sejumlah titik, yang mengakibatkan gangguan lalu lintas. nad/gap/nas/man/gia
























