Fantastis! Tembus Rp6 Juta per 1.000 Biji, Harga Batu Bata Tulikup Melonjak Drastis

NYOMAN Sukara didampingi Gusti Ngurah Winata dan Ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winarta, yang ikut mempromosikan Batu Bata Tulikup. Foto: ist
NYOMAN Sukara didampingi Gusti Ngurah Winata dan Ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winarta, yang ikut mempromosikan Batu Bata Tulikup. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Permintaan batu bata tulikup terus meningkat saat ini, dan berimbas kepada harganya juga melonjak naik. Sebelumnya hanya Rp3,5 juta per 1.000 biji,  sekarang mencapai Rp6 juta per 1.000 biji. Hal itu dituturkan pengusaha batu bata tulikup, I Nyoman Sukara, Selasa (17/10/2023).

Lebih lanjut dikatakan, meningkatnya permintaan bata tulikup karena banyak digunakan untuk proyek pemerintah yang menggunakan ornamen Bali. “Juga untuk pembangunan dan perbaikan pura,” jelasnya.

Read More

Diungkapkannya, sebelumnya permintaan bata tulikup sangat minim, dan baru meningkat kembali sekitar empat bulan lalu. Karena tidak ada pembeli, stok bata tulikup melimpah bahkan sampai lumutan. “Syukur sekarang permintaan sangat tinggi,” sambungnya.

Walaupun permintaan meningkat, Sukara mengaku tidak sampai kekurangan stok. Dia siap melayani berapa pun jumlah permintaan dari pembeli.

Terkait kenaikan harga, Sukara mengaku karena jumlah permintaan tinggi dan stoknya minim, sehingga penjual menaikan harga. “Hukum dagang, stok sedikit dan permintaan tinggi, otomatis harga barang naik,” ungkapnya.

Sukara menilai ini merupakan berkah, karena sebelumnya pengusaha bata tulikup menjerit tidak ada pembeli. Apalagi saat pandemi Covid-19. Saat ini banyak proyek pemerintah yang menggunakan bata tulikup.

Hanya, dia berkisah terkendala bahan baku tanah di Tulikup yang mulai habis. Sekarang tanah didatangkan dari Tegal Tugu, Gianyar tapi kualitasnya agak kurang. Untuk dijadikan bahan baku bata tulikup harus diayak lagi dan dipilah. “Hasil ayakan yang kualitasnya bagus atau super, untuk bangunan stil Bali. Yang kualitasnya kurang, digunakan untuk bata pasangan,” bebernya.

Selaku pengusaha bata tulikup, dia berharap agar permintaan tetap tinggi. Karena itu dia minta pemerintah tetap menggunakan bata tulikup untuk proyek pemerintah.

“Kita punya bata tulikup yang kualitasnya sudah diakui dunia, kenapa kita menggunakan bahan dari luar Bali?” urai pengusaha yang pernah mengirim satu kontainer bata tulikup ke Inggris.

Meningkatnya permintaan bata tulikup, imbuhnya, juga karena peran serta Ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winarta, yang berperan aktif mempromosikan. Begitu juga dengan I Gusti Ngurah Ketut Winata yang selalu mendukung penggunaan bata tulikup. Selaku pemborong, Winata yang juga caleg PDIP untuk DPRD Gianyar Dapil Gianyar selalu menggunakan bata tulikup di setiap proyek yang dikerjakan. “Itu merupakan dukungan untuk tetap eksisnya penggunaan bata tulikup,” tandasnya. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.