POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Denpasar mendorong pembentukan lebih banyak Desa Bersih Narkoba (Bersinar) pada tahun 2026. Program ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat sejak tingkat desa/kelurahan, dengan peran aktif perangkat desa/kelurahan dan komunitas setempat sebagai garda terdepan pencegahan narkoba.
‘’Sampai tahun 2025, sebanyak 9 Desa Bersinar telah dibimbing, diawasi, dan dimonitor pelaksanaannya dari 43 desa/kelurahan di Kota Denpasar,’’ kata Kepala BNN Kota Denpasar, AKBP Leo Dedy, di Denpasar saat Rilis Tahunan, Selasa (23/12/2025).
Lebih lanjut dijelaskan, BNN Kota Denpasar terus berkomitmen untuk pemberantasan narkoba di Kota Denpasar. Beragam langkah terus dioptimalkan, salah satunya dengan melahirkan Desa Bersinar. Sehingga masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam mendukung pemberantasan peredaran narkoba.
BNNK Denpasar juga membuka Layanan WhatsApp “Mesadu” 24 Jam. Pada tahun 2026 menggiatkan program BNN Goes to School merupakan program prioritas “Ananda Bersinar” (Aksi Nasional Anti Narkoba dan Ketahanan Bangsa Dimulai dari Anak), dengan sasaran utama lingkungan pendidikan.
‘’BNN memiliki program P4GN dengan menggunakan 3 pendekatan yakni hard power, soft power dan smart. Di mana hal ini sangat sesuai dengan visi dan misi Kota Denpasar yang berlandaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam dalam melindungi masyarakat dan mempersiapkan generasi muda yang tangguh dan bersih narkoba. Ini dibutuhkan sinergi semua pihak untuk menyukseskan program tersebut,’’ sebut AKBP Leo Dedy.
Sepanjang tahun 2025, BNNK Denpasar mencatat sejumlah capaian strategis dalam pelaksanaan P4GN. Pada bidang pemberantasan, BNNK Denpasar menangani sebanyak 4 Laporan Kasus Narkotika (LKN) dengan jumlah tersangka sebanyak 5 orang.
‘’Dari 5 tersangka tersebut berhasil disita barang bukti 36 paket sabu dengan berat netto 7,33 gram, 48 butir ekstasi, dan 13 paket ganja dengan berat netto seberat 2.831,76 gram,’’ kata AKBP Leo Dedy.
Di bidang pencegahan, kata AKBP Leo Dedy, telah terbentuk pendidikan Sebaya Antinarkotika sebanyak 10 orang pelajar di tingkat SMP di daerah Desa Bersinar ataupun yang beririsan. Mereka telah memberikan soft skill ketahanan diri antinarkotika dan menjadi peer educator kepada teman sebayanya dalam menangkal bahaya narkoba.
‘’Dari hasil pengukuran Indeks Ketahanan Diri remaja (Dektri) kepada 300 pelajar untuk mengetahui daya tangkal terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, diperoleh nilai Dekatri sebesar 61,57 merupakan indeks dengan kategori sangat tinggi,’’ ujar AKBP Leo Dedy.
Di bidang pemberdayaan masyarakat, selama satu tahun terakhir, BNNK Denpasar telah melaksanakan tes urine sebanyak 1.111 orang di lingkungan pemerintah dan 202 orang di lingkungan swasta. Termasuk pada personel BNNK Denpasar.
BNNK Denpasar mencatat, sepanjang tahun 2025 klien rawat jalan yang ditangani Klinik Pratama Rehabilitasi Narkoba BNNK Denpasar sebanyak 17 orang compulsory (rujukan) dan 8 orang voluntary (sukarela). Dari segi usia, rentang usia penyalahguna 20-42 tahun, dengan mayoritas rata-rata usia terbanyak adalah usia 20 tahun ke atas.
Dari pekerjaan penyalahguna beragam antara lain karyawan swasta, honorer, buruh harian lepas, pelajar/mahasiswa, sopir dan bidang konstruksi. Zat utama yang disalahgunakan mayoritas adalah sabu sebanyak 13 orang, kanabis 1 orang, multiple zat 2 orang, dan zat lainnya yaitu Pil Y sebanyak 6 orang.
‘’Pada tahun 2025, Klinik Pratama Rehabilitasi Narkoba BNNK Denpasar telah merujuk rawat inap secara internal dan eksternal sebanyak 4 orang. Secara internal di Balai Rehabilitasi Tanah Merah satu orang, dan Loka Rehabilitasi Lampung 1 orang. Secara eksternal merujuk ke RS Jiwa Manah Shanti Mahottama sebanyak 2 orang,’’ ujar AKBP Leo Dedy.
Ia juga menyampaikan nilai Indeks Kapabilitas Rehabilitasi (IKR) Klinik Pratama Rehabilitasi Narkoba BNNK Denpasar sebesar 3,79 yang termasuk dalam kategori A-Optimal. Sementara nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Klinik Pratama Rehabilitasi Narkoba BNNK Denpasar sebesar 3,73 yang termasuk dalam kategori Sangat Baik (A).
‘’Nilai WHOQOL (Peningkatan kualitas hidup klien rehabilitasi) naik di tahun 2025 didapatkan sebesar 92,7 persen dari total 27 klien rawat jalan dan pascarehabilitasi. Sedangkan jumlah layanan SKHPN Klinik Pratama Rehabilitasi Narkoba BNNK Denpasar per 22 Desember 2025 sebanyak 551 orang mengakses layanan secara reguler dan tiga orang mengakses layanan nol rupiah,’’ pungkasnya. tra























