APPAUDI: Pendidikan Bermutu Dimulai dari PAUD

PELANTIKAN dan pengukuhan PP APPAUDI masa bakti 2025–2029 bertempat di BBPMP Provinsi Jawa Barat, Jl. Jayagiri No. 63, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (14/12/2025). Foto: ist
PELANTIKAN dan pengukuhan PP APPAUDI masa bakti 2025–2029 bertempat di BBPMP Provinsi Jawa Barat, Jl. Jayagiri No. 63, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (14/12/2025). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANDUNG BARAT – Ketua Umum Asosiasi Pelatih Pendidikan Anak Usia Dini (APPAUDI), Ali Nugraha, mengatakan, pembangunan pendidikan yang bermutu untuk semua harus dimulai sejak usia dini, melalui pendidik yang kompeten, profesional, dan berdaya saing.

‘’APPAUDI hadir sebagai bagian dari ekosistem pendidikan nasional yang berperan strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah serta memperkuat praktik pendidikan di lapangan. Oleh karena itu, keberadaan dan penguatan organisasi ini menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berkarakter,’’ ujarnya dalam sambutannya saat pelantikan dan pengukuhan pengurus PP APPAUDI masa bakti 2025–2029 bertempat di BBPMP Provinsi Jawa Barat, Jl. Jayagiri No. 63, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (14/12/2025).

Bacaan Lainnya

Ia menyampaikan visi dan misi organisasi PP APPAUDI adalah mewujudkan organisasi yang profesional, berkualitas, dan mandiri. Profesional berarti setiap program dan layanan organisasi dilandasi oleh kompetensi, etika, dan tata kelola yang baik. Berkualitas bermakna bahwa setiap kegiatan APPAUDI harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan PAUD. Sementara itu, mandiri mengandung makna kemampuan organisasi untuk tumbuh, berinovasi, dan berkelanjutan tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai pengabdian.

Dalam konteks tersebut, lanjut dia, APPAUDI sebagai organisasi pelatihan dan peningkatan kompetensi pendidik PAUD memiliki posisi yang sangat fundamental. ‘’Kita dapat menyebut bahwa peran organisasi profesi dan pelatihan seperti APPAUDI merupakan garda kedua setelah universitas atau perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia guru. Jika perguruan tinggi membekali fondasi akademik, maka APPAUDI hadir untuk memperkuat kompetensi praktik, pembaruan pengetahuan, serta pengembangan profesional berkelanjutan,’’ sebutnya.

Ia mengutarakan, saat ini, dunia pendidikan global sedang bergerak menuju paradigma lifelong practitioner learning, yaitu pembelajaran sepanjang hayat bagi para praktisi pendidikan. Dalam konteks ini, guru tidak lagi dipandang sebagai individu yang selesai belajar setelah lulus pendidikan formal, melainkan sebagai pembelajar sepanjang hayat yang terus mengembangkan kompetensinya.

‘’Paradigma tersebut melahirkan konsep Continuous Professional Development (CPD) atau pengembangan profesional berkelanjutan. CPD telah menjadi rekomendasi berbagai lembaga internasional, seperti OECD dan UNESCO, sebagai strategi utama peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru. APPAUDI memandang konsep ini sebagai peluang sekaligus tanggung jawab untuk memperkuat perannya dalam menyediakan program-program pelatihan yang sistematis, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan nyata pendidik PAUD,’’ ungkapnya.

Melalui pendekatan CPD, disamping menggenapi pendekatan pelatihan yang selama ini kita dukung, yaitu Diklat Berjenjang, PCP, dan dan sebagainya, melalui Konsep CPD ini diharapkan para pendidik PAUD tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis mengajar, tetapi juga memperkaya dan memperkuat wawasan pedagogik, refleksi praktik, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

‘’Sejalan dengan hal tersebut, organisasi kita juga berkomitmen untuk merespons secara aktif berbagai isu perubahan dalam kurikulum, pendidikan, dan pembelajaran. Di antaranya adalah penguatan konsep pembelajaran mendalam (deep learning) di PAUD, pengenalan koding dan kecerdasan artifisial (KA) di PAUD secara kontekstual dan sesuai tahap perkembangan anak, serta berbagai inovasi pembelajaran lainnya,’’ ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota APPAUDI di seluruh Indonesia untuk menjaga amanah organisasi ini dengan penuh tanggung jawab, semangat kebersamaan, dan integritas. ‘’Mari kita jadikan APPAUDI sebagai rumah besar pelatih bidang pendidikan anak usia dini, tempat bertumbuhnya profesionalisme, dan wadah pengabdian bagi kemajuan pendidikan anak usia dini di Indonesia,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Ir. Komaruddin, M.Si., M.Pd., mewakili Direktur Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, mengungkapkan, Ke depan, tantangan dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini, akan semakin kompleks. Pendidikan dihadapkan pada tuntutan peningkatan mutu layanan, penguatan kompetensi guru, transformasi pembelajaran, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, masih banyak agenda strategis yang perlu dikawal bersama, terutama dalam upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PKB) Pendidik PAUD, serta dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat, berkarakter, berakhlak mulia, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

‘’Dalam konteks tersebut, guru PAUD memiliki peran yang sangat fundamental, dan APPAUDI menjadi salah satu mitra penting dalam memastikan guru PAUD Indonesia terus berkembang menjadi pendidik yang profesional, kompeten, dan berkualitas,’’ pungkasnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses