Apa Maunya Malaysia? Sejumah Cabor Unggulan Indonesia Tidak Dipertandingkan di SEA Games 2027

KETUA Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari memberikan keterangan kepada awak media dalam acara Rapat Tahunan 2026 di Jakarta, Sabtu (9/5/2026). foto: ist

POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menyoroti absennya sejumlah cabang olahraga unggulan Indonesia, termasuk panjat tebing dan dayung, tidak dipertandingkan dalam SEA Games 2027 di Malaysia.

“Penyusunan cabang olahraga dan nomor pertandingan (SEA Games) idealnya mempertimbangkan kepentingan seluruh negara anggota, bukan hanya aspek penyelenggaraan tuan rumah,” kata Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari dalam keterangan resminya, Rabu (4/11/2026).

Read More

KOI menyampaikan sikap tersebut setelah mencermati keputusan Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) mengenai daftar final cabang olahraga dan nomor pertandingan SEA Games ke-34.

Selain panjat tebing dan dayung, voli pantai serta nomor beregu putra dan putri bulutangkis tidak masuk dalam program pertandingan. Cabang olahraga lain yang juga absen meliputi gulat, catur, jujitsu, kickboxing, bola tangan, dan triathlon.

Berdasarkan dokumen yang disetujui dalam rapat SEAGF, SEA Games Malaysia 2027 akan mempertandingkan 473 nomor dari 43 cabang olahraga. Jumlah tersebut berkurang dibandingkan SEA Games Thailand 2025 yang mempertandingkan sekitar 50 cabang olahraga dengan 573 nomor.

Oktohari menegaskan Indonesia menghormati kewenangan SEAGF dalam menetapkan program pertandingan, tetapi meminta agar kepentingan seluruh negara anggota tetap diperhatikan.

“Penting bagi kita untuk terus mendorong agar SEA Games memberikan ruang kompetisi yang proporsional dan kesempatan yang adil bagi seluruh atlet di Asia Tenggara,” ujarnya.

Menurut dia, absennya cabang unggulan tidak hanya memengaruhi peluang perolehan medali, tetapi juga kesinambungan pembinaan atlet dan kesempatan mengukur kemampuan di tingkat regional.

Ia menilai cabang olahraga yang memiliki rekam jejak prestasi internasional tetap membutuhkan ruang kompetisi untuk mendukung pengembangan atlet dan ekosistem olahraga.

Karena itu, KOI mendorong komunikasi berkelanjutan dengan SEAGF dan seluruh negara anggota agar program SEA Games tetap memperhatikan cabang olahraga Olimpiade. Meski demikian, Oktohari meminta perubahan program pertandingan tidak mengurangi semangat persiapan Tim Indonesia.

Ia mengingatkan keberhasilan Indonesia menempati peringkat kedua SEA Games Thailand 2025 dengan 91 medali emas sebagai modal untuk menghadapi persaingan berikutnya.

“Fokus kita tetap sama, yaitu mempersiapkan atlet Tim Indonesia agar mampu memberikan prestasi terbaik dengan mengumandangkan Indonesia Raya sambil mengibarkan Merah Putih sesering mungkin,” kata Oktohari, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Oktohari mengajak seluruh pemangku kepentingan olahraga menjadikan perubahan program pertandingan sebagai momentum untuk mengevaluasi kekuatan, menyusun strategi, dan mematangkan persiapan atlet menuju SEA Games Malaysia 2027. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.