POSMERDEKA.COM, BANGLI – Sebagai OPD penghasil, target pendapatan daerah dari retribusi parkir dirancang meningkat. Agar target bisa terealisasi, Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli bakal menyasar parkir kendaraan di bahu jalan dan menaikkan sewa lahan parkir. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bersama Dinas Perhubungan Bangli turun melakukan survei terhadap potensi parkir, dan hasilnya adalah “berpeluang ada peningkatan untuk sewa lokasi”.
Hasil survei ini membuat para petugas juru parkir (jukir) ketar-ketir karena berpengaruh terhadap penghasilan yang didapat. Sejumlah jukir bahkan ancang- ancang mengundurkan diri karena melihat peningkatan sewa lokasi yang cukup tinggi, apalagi situasi pasar seperti sekarang tidak menentu.
Kasi Parkir Dinas Perhubungan Bangli, I Nengah Serita, berkata sejauh ini Dinas Perhubungan belum memiliki data valid untuk potensi parkir. “Kami masih mengacu data lama,” sebutnya, Rabu (28/1/2026).
Karena itu, sebutnya, pada di tahun 2025 petugas BPK bersama Dinas Perhubungan sempat turun melakukan survei untuk mengetahui potensi parkir. Hasil survei ini akan dijadikan acuan untuk menentukan besaran sewa lokasi. “Memang jika melihat hasil survei, ada peningkatan untuk sewa lokasi,” sambungnya.
Dia mencontohkan lokasi parkir di sebelah barat Pasar Kidul Bangli yang terbagi menjadi 3 lokasi. Sebelumnya nilai sewa Rp3 juta per bulan, sedangkan jika mengacu hasil survei Rp9 juta per bulan.
Serita tidak memungkiri bahwa peningkatan sewa ini memantik sejumlah jukir merasa keberatan. Pun disebut ada jukir yang menyatakan ingin mengundurkan diri karena merasa tidak mampu menutup biaya sewa. Meski demikian, dia menyarankan agar jukir tetap bekerja sembari menunggu perkembangan kondisi lebih lanjut.
Seorang jukir mengaku agak keberatan, karena merasa sulit untuk memenuhi biaya sewa lokasi berdasarkan hasil survei. Dia mengaku sebelumnya nilai sewa lokasi Rp1,1 juta, tapi ada kabar biaya sewa dinaikkan menjadi Rp3 juta karena berpedoman dari hasil survei. Nilai itu dirasa berat jika dinaikkan, apalagi kondisi ekonomi lagi sulit. ‘Jika diterapkan sewa mengacu hasil survei, lebih baik mengundurkan diri sebagai jukir. Situasi pasar seperti sekarang tidak menentu, ramai saat hari keagamaan saja,” keluhnya. gia
























