SMK PGRI 4 Denpasar Terpilih Jadi Sekolah Model PM dan KKA Nasional 2026

KEPALA SMK PGRI 4 Denpasar, I Ketut Suarya (kanan), foto bersama narasumber Hadi Soehartono, dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV), dan Ketua Komite SMK PGRI 4 Denpasar, IGB Wiadnyana (kiri), saat pendampingan Implementasi PM dan KKA. Foto: ist
KEPALA SMK PGRI 4 Denpasar, I Ketut Suarya (kanan), foto bersama narasumber Hadi Soehartono, dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV), dan Ketua Komite SMK PGRI 4 Denpasar, IGB Wiadnyana (kiri), saat pendampingan Implementasi PM dan KKA. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Sebuah capaian membanggakan kembali diraih oleh SMK PGRI 4 Denpasar (Fourgriska). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menetapkan sekolah ini sebagai salah satu Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM dan KKA) Tahun 2026.

Penunjukan ini menempatkan SMK PGRI 4 Denpasar di garda terdepan transformasi pendidikan vokasi di Indonesia. Sebagai Sekolah Model PM dan KKA, SMK PGRI 4 Denpasar tidak hanya bertindak sebagai pelaksana kurikulum, tetapi juga menjadi laboratorium percontohan, pusat belajar, serta penggerak transformasi pembelajaran inovatif bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Denpasar dan sekitarnya.

Read More

Guna mendukung penunjukan tersebut, SMK PGRI 4 Denpasar menerima pendampingan langsung dari Direktorat SMK Kemendikdasmen. Kegiatan pendampingan ini menghadirkan narasumber Hadi Soehartono, S.S., M.Pd., dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV), serta diikuti oleh 52 guru SMK PGRI 4 Denpasar.

Pendampingan tersebut mempertegas konsep implementasi PM dan KKA yang berorientasi pada pendekatan teaching factory. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berfokus pada peningkatkan suasana belajar yang sadar, bermakna, dan menyenangkan secara holistik dengan mengolah pikir, hati, rasa, serta raga berdasarkan growth mindset (pola pikir bertumbuh) pendidik.

Sementara itu, program KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dirancang untuk melatih keterampilan digital siswa agar berpikir kritis, logis, sistematis, dan kreatif. Melalui program ini, siswa didorong untuk menghasilkan produk digital yang inovatif sesuai tuntutan lulusan SMK tanpa mengesampingkan proses belajar yang berkesadaran dan menggembirakan.

Kepala SMK PGRI 4 Denpasar, Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., menyampaikan bahwa fokus utama dari mandat Sekolah Model ini adalah memastikan setiap lulusan memiliki 8 Dimensi Profil Lulusan yang kokoh, yaitu: Keimanan dan Ketakwaan, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, serta Komunikasi.

“Ini bukan sekadar perubahan label, melainkan perubahan paradigma. Melalui pendekatan Deep Learning, kami tidak lagi hanya mengejar ketuntasan materi, tetapi fokus pada pemahaman bermakna agar siswa memiliki keterampilan hidup yang adaptif,” ujar Ketut Suarya, Rabu (30/9/2026).

Suarya menambahkan, integrasi mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial bertujuan agar lulusan SMK PGRI 4 Denpasar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menciptakan solusi digital dan memahami etika penggunaan AI di dunia kerja yang semakin kompetitif.

Untuk mendukung keberhasilan program ini, pihak sekolah terus melengkapi sarana dan prasarana. Saat ini, SMK PGRI 4 Denpasar sedang membangun restoran bertaraf bintang lima dan melengkapi seluruh ruang kelas dengan pendingin udara (AC) sesuai kebutuhan kenyamanan belajar siswa.

Selain fokus pada teknologi digital, SMK PGRI 4 Denpasar juga menyediakan Program Kelas Plus Kapal Pesiar untuk menjawab kebutuhan industri pariwisata global. Pihak sekolah bekerja sama dengan lembaga pelatihan kerja, menghadirkan guru tamu berkualifikasi, memperdalam penguasaan bahasa asing (Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang), serta memfasilitasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) di hotel-hotel bintang 4 dan 5.

“Hampir 60 persen lulusan kami memiliki minat untuk bekerja di luar negeri, sehingga kami fokus menyiapkan kompetensi mereka. Mengenai biaya program, sekolah tidak memberikan beban biaya tambahan. Namun, jika ada siswa yang ingin berangkat bekerja ke luar negeri, sekolah siap membantu pengurusan berbagai dokumen dan persyaratannya,” pungkas Ketut Suarya yang juga Ketua PGRI Kota Denpasar ini. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.