Sekretaris PGRI Denpasar: PGRI Kuat Karena Bersatu, Bermartabat Karena Guru Menjaga Profesinya

SEKRETARIS PGRI Kota Denpasar, Ishaq Jafar Nasution, saat Sosialisasi Organisasi dan Program Kerja PGRI Kota Denpasar Tahun 2026 di hadapan guru-guru Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (7/10/2026). Foto: ist
SEKRETARIS PGRI Kota Denpasar, Ishaq Jafar Nasution, saat Sosialisasi Organisasi dan Program Kerja PGRI Kota Denpasar Tahun 2026 di hadapan guru-guru Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (7/10/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – PGRI Kota Denpasar dapat terus tumbuh menjadi organisasi profesi yang kuat, besar, dan bermartabat jika seluruh anggotanya saling bersinergi serta menjaga integritas. Penegasan tersebut disampaikan oleh Sekretaris PGRI Kota Denpasar, Ishaq Jafar Nasution, saat Sosialisasi Organisasi dan Program Kerja PGRI Kota Denpasar Tahun 2026 di hadapan guru-guru Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (7/10/2026).

Dalam memaparkan sejarah singkat, Ishaq menjelaskan bahwa PGRI resmi berdiri pada 25 November 1945—tepat 100 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia—melalui Kongres Guru Indonesia di Surakarta.

Read More

Ia menegaskan pentingnya guru berorganisasi di bawah naungan PGRI. Sesuai amanat undang-undang, PGRI berfungsi sebagai wadah perjuangan, perlindungan, dan pengembangan profesionalisme pendidik.

‘’PGRI memiliki peran yang sangat strategis dalam menyampaikan pemikiran, mengakomodasi kebutuhan, serta memperjuangkan hak dan kepentingan para pendidik,’’ ujar Ishaq.

Saat ini, jumlah anggota PGRI di Kota Denpasar tercatat sebanyak 5.186 orang yang tersebar di empat cabang dan satu cabang khusus. Kepengurusan PGRI berjenjang dari tingkat pusat hingga ranting.

‘’Menjadi anggota PGRI bukan hanya soal membayar iuran, melainkan juga mendapatkan perlindungan, pelayanan, serta ruang pengembangan profesional. Oleh karena itu, hak anggota harus dilayani dan kewajiban anggota harus dipenuhi,’’ tegasnya.

Ishaq juga memaparkan tujuh program prioritas PGRI Kota Denpasar tahun 2026, yakni: pengembangan profesi, organisasi dan keanggotaan, perlindungan dan advokasi, kesejahteraan anggota, sosial, seni, dan olahraga, digitalisasi organisasi, serta kemitraan pendidikan.

Pada program pengembangan profesi, PGRI Kota Denpasar secara kontinu menggelar workshop dan seminar pendidikan, berbagi praktik baik pembelajaran, penguatan kompetensi, pemanfaatan teknologi dan Artificial Intelligence (AI), serta pengembangan karya guru.

Di bidang perlindungan dan advokasi, PGRI berkomitmen mendampingi serta mengawal kepentingan guru sesuai mekanisme organisasi. Selain itu, kegiatan sosial seperti bakti sosial, donor darah, olahraga, serta seni budaya juga rutin dilaksanakan untuk mempererat kebersamaan.

‘’Menyambut HUT Ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2026, kami akan menyelenggarakan Porsenijar, workshop, persembahyangan bersama, fun run, donor darah, bakti sosial, ziarah ke Makam Pahlawan, Apresiasi Guru, hingga upacara bendera dan resepsi pada 25 November 2026,’’ urainya.

Sebagai penutup, Ishaq berpesan agar seluruh anggota tetap solid dan berkolaborasi. ‘’PGRI kuat karena anggotanya bersatu, PGRI besar karena anggotanya berkontribusi, dan PGRI bermartabat karena guru menjaga profesinya. Mari bersama-sama membangun PGRI Kota Denpasar yang solid, profesional, modern, dan bermanfaat bagi seluruh anggota,’’ pungkasnya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.