POSMERDEKA.COM, BANGLI – Menyikapi kritikan pedas warga di media sosial terkait keberadaan pedagang kaki lima di trotoar dan fasilitas umum kawasan Penelokan, Kintamani, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangli bergerak cepat melakukan penertiban, Rabu (7/10/2026). Penertiban di kawasan objek wisata tersebut melibatkan sinergi lintas sektor. Selain jajaran Satpol PP, aksi ini didukung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangli, unsur TNI/Polri, tokoh masyarakat, serta Pecalang dari Desa Adat Batur dan Desa Adat Kedisan.
Kasatpol PP Kabupaten Bangli, I Wayan Sugiarta, membenarkan adanya pelaksanaan langkah penertiban tersebut. Sebelum menerjunkan personel ke lokasi, pihaknya melakukan koordinasi intensif bersama Disparbud Bangli agar penanganan di lapangan berjalan optimal. “Dalam pelaksanaannya, sejumlah pedagang yang ditemui di lokasi, seperti pedagang kopi, buah-buahan, hingga pedagang kain, berhasil kami tertibkan,” kata Sugiarta.
Selain menertibkan para pedagang, petugas membongkar terpal dan membersihkan lapak-lapak kayu yang dipasang permanen, agar kawasan tersebut kembali bersih dan rapi. Sementara itu, untuk lapak pedagang bakso yang sempat viral dan menuai sorotan publik, dipastikan sudah dipindahkan terlebih dahulu pada Senin (5/10) lalu.
Sugiarta mengungkapkan, Disparbud Bangli sebenarnya sudah dua kali melayangkan Surat Peringatan kepada para pedagang yang berjualan di atas fasilitas umum tersebut. Namun, teguran tertulis itu tidak diindahkan oleh para pedagang hingga akhirnya dilakukan tindakan tegas.
Untuk menjaga kondusivitas kawasan usai penertiban, pengamanan kawasan Penelokan sementara waktu melibatkan Pecalang Desa Adat Kedisan dan Desa Adat Batur. Di sisi lain, Satpol PP bersama instansi terkait akan terus memantau pergerakan di lapangan.
“Pengawasan dan pengendalian kawasan akan tetap kami lakukan secara berkala sesuai Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2018 tentang Ketertiban Umum,” jaminnya.
Setelah lapak dibongkar dan barang-barang dipindahkan, para pedagang diarahkan untuk memanfaatkan area berjualan yang resmi di bawah Anjungan Penelokan. Penertiban tersebut berjalan dengan lancar dan kondusif tanpa ada gesekan. gia























