Perekaman KTP Elektronik di Bangli Terhambat Anggaran BBM

SEKRETARIS Disdukcapil Bangli, I Nyoman Murditha. Foto: ist
SEKRETARIS Disdukcapil Bangli, I Nyoman Murditha. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangli terus menggencarkan perekaman KTP elektronik (KTP-el) jelang Pilkada Serentak 2024. Saat ini masih ada sekitar 3.000-an penduduk Bangli yang belum melakukan perekaman KTP-el. Sayang, target perekaman menemui masalah anggaran untuk bahan bakar minyak (BBM) yang nyaris habis. Masalahnya, untuk perekaman KTP-el, petugas turun hingga ke pelosok desa.

Sekretaris Disdukcapil Bangli, I Nyoman Murditha, Selasa (23/7/2024) tidak menampik bahwa saat ini anggaran BBM nyaris habis. Bahkan  anggaran BBM  yang tersedia hanya cukup menutupi kegiatan hingga akhir Juli ini.

Read More

Lebih lanjut disampaikan, selama ini untuk bisa melaksanakan layanan jemput bola ke desa-desa maupun sekolah, dinasnya memanfaatkan anggaran rutin senilai Rp10 juta lebih. Dari awal tahun hingga saat ini, anggaran untuk BBM masih tersisa Rp700 ribu.

“Untuk BBM ada di anggaran rutin, dan di masing-masing bidang. Namun, untuk di bidang, saat ini tidak bisa dilakukan pencairan. Maka itu kami hanya bisa memanfaatkan dari anggaran rutin,” jelasnya

Pelayanan jemput bola, sambungnya, dilakukan 4-5 kali dalam seminggu. Misalnya layanan yang dilakukan di SMKN 3 Kintamani kemarin. Di tengah anggaran BBM yang menipis, target perekaman KTP-el masih ada 3.000-an. Layanan jemput bola juga untuk mengejar identitas kependudukan digital, selain untuk monitor yang belum memiliki akta kelahiran.

Meski kekeringan anggaran, dia mendaku berupaya agar layanan jemput bola tidak boleh terhenti. Perekaman berkaitan untuk kepentingan banyak hal, baik untuk mengurus pendidikan ke jenjang lebih tinggi, jaminan kesehatan, maupun data pemilih untuk Pilkada. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.