Masyarakat Denpasar Didorong Geluti Pertanian Bioflok dan Hidroponik

PANEN perdana budidaya dengan bioflok dan hidroponik di Kebun Agro Learning Center, Selasa (26/1/2021) yang ditandai dengan pengambilan ikan lele dan sayur oleh Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Denpasar. Foto: ist
PANEN perdana budidaya dengan bioflok dan hidroponik di Kebun Agro Learning Center, Selasa (26/1/2021) yang ditandai dengan pengambilan ikan lele dan sayur oleh Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Denpasar. Foto: ist

DENPASAR – Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, AA Gede Bayu Brahmasta, melaksanakan panen perdana ikan lele yang dibudidayakan dengan sistem bioflok dan sayur yang dibudidayakan dengan teknik hidroponik di Kebun Agro Learning Center, Jalan Cekomaria, Denpasar Utara, Selasa (26/1/2021). Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi Yayasan Tamiang Bali Mandiri melalui Agro Learning Center (ALC) bersama Pemkot Denpasar untuk mendorong pertanian dengan sistem bioflok dan hidroponik.

“Pelaksanaan kegiatan ini merupakan salah satu inovasi yang mengajak masyarakat untuk bercocok tanam di rumah dengan memanfaatkan lahan yang tersedia mengingat saat ini dalam situasi pandemi Covid-19, sehingga tentunya dapat mendorong masyarakat untuk mandiri dalam pengadaan bahan pangan sehari-hari,” kata Bayu Brahmasta didampingi Pendiri Agro Learning Center, I Nyoman Baskara, serta Ketua HKTI Bali Prof. Nyoman Suparta, Ketua Prodi MSP Universitas Warmadewa, Dewa Nyoman Sudita.

Read More

Bayu Brahmasta mengatakan, bioflok merupakan program pemerintah dalam mendorong sistem pertanian untuk meningkatkan produksi ikan air tawar dengan mudah. Khusus untuk di Yayasan Tamiang Bali Mandiri ini akan lebih banyak ke pembelajaran.

Dia berharap dari beberapa inovasi yang dibuat ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk dapat menerapkannya di rumah. “Terlebih dalam kondisi pandemi seperti sekarang sangat baik untuk menerapkan sistem bioflok atau bercocok tanam dengan hodroponik, selain tidak memerlukan lahan yang luas kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi pengeluaran belanja khususnya untuk kebutuhan dapur,” ujarnya.

Sementara itu, Nyoman Baskara mengatakan, dari kegiatan ini pihaknya ingin menonjolkan visi dari Agro Learning Center yaitu menuju pertanian maju dan sejahtera. Pihaknya sengaja mengundang para ahli dan pemerintah agar dapat bersinergi untuk menuju Bali mandiri pangan. Dikatakannya, kegiatan panen ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan. Selain ikan lele, dilaksanakan juga panen beberapa jenis sayuran antara lain sayur bayam, pokcoi, kangkung, dan selada. Setelah pelaksanaan panen dilanjutkan dengan testing aneka menu dari olahan sayur dan ikan lele tersebut. rap

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.