Inovasi Penyelamat Batuan Pura Bali, Lentera Team SMPN 3 Denpasar Sabet Gold Medal IID 2026

LENTERA Team dari SMPN 3 Denpasar sukses meraih Gold Medal dalam ajang Indonesia Inventors Day (IID) 2026 di Jakarta berkat inovasi Melalichen, formula pencegah pelapukan batuan pura Bali. Foto: ist
LENTERA Team dari SMPN 3 Denpasar sukses meraih Gold Medal dalam ajang Indonesia Inventors Day (IID) 2026 di Jakarta berkat inovasi Melalichen, formula pencegah pelapukan batuan pura Bali. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Berawal dari kepedulian terhadap kelestarian batuan bangunan pura di Bali, lima siswa SMPN 3 Denpasar berhasil mengubah persoalan lingkungan menjadi inovasi berprestasi tingkat internasional.

Melalui karya ilmiah bertajuk Melalichen, kelompok peneliti muda yang tergabung dalam Lentera Team sukses meraih Gold Medal pada ajang Indonesia Inventors Day (IID) 2026 untuk bidang Protection, Environment, Energy, Water & Sanitation.

Read More

Kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) tersebut berlangsung pada 3–6 Oktober 2026 di SMESCO Exhibition Hall, Jakarta. Ajang ini mempertemukan para inovator dari berbagai negara untuk memamerkan hasil penelitian serta teknologi inovatif. Prestasi Lentera Team makin bermakna karena inovasi yang mereka kembangkan berkaitan erat dengan upaya pelestarian warisan budaya Bali.

Inspirasi dari Batuan Pura

Bangunan pura di Bali memiliki karakteristik arsitektur batuan yang khas. Namun, paparan kondisi lingkungan dalam jangka panjang kerap memicu pertumbuhan lichen (lumut kerak)—organisme hasil simbiosis antara jamur dengan alga atau sianobakteri. Pertumbuhan lichen ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berpotensi mempercepat pelapukan biologis pada permukaan batuan.

Fenomena tersebut menginspirasi Lentera Team untuk mengembangkan inovasi berjudul “Melalichen: Utilization of Silver Nitrate (AgNO₃) and Cajuput Leaf Essential Oil (Melaleuca cajuputi) to Inhibit Lichen Growth on Stone Surfaces.”

Melalichen memanfaatkan kombinasi senyawa perak nitrat () dan minyak atsiri daun kayu putih (Melaleuca cajuputi) sebagai bahan aktif penghambat pertumbuhan lichen. Pendekatan ilmiah ini dihadirkan sebagai alternatif ramah lingkungan untuk menjaga material cagar budaya.

Keunikan Melalichen terletak pada kemampuannya menghubungkan sains modern dengan kearifan lokal, membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat disokong oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Lintas Jenjang, Satu Misi

Di balik keberhasilan ini, ada lima siswa bertalenta yang tergabung dalam Lentera Team. Tim ini diketuai oleh Ketut Laksmana Shagara Dhiraja Putra Hartawan (VIII E), dengan anggota Putu Anindya Vidya Maheswari (IX G), Ni Putu Aretha Sri Maheswari (IX B), I Nyoman Athaya Dhirendra Wijaya (VIII A), dan Putu Radinka Deandra Arcelia (VIII A).

Kolaborasi lintas jenjang kelas ini menjadi fondasi penting dalam merumuskan gagasan, menguji karakteristik bahan, hingga mempertahankan argumentasi ilmiah di hadapan dewan juri internasional.

Perjalanan mereka tak lepas dari pendampingan intensif guru pembimbing, Putu Sri Utami Dewi, S.Pd., M.Pd. Ia melatih para siswa berpikir kritis, teliti, dan berani mengomunikasikan gagasan berbasis data ilmiah.

Dukungan Sekolah dan Pesan Pelestarian

Kepala SMPN 3 Denpasar, Ni Nengah Sujani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi dan menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung budaya penelitian serta inovasi peserta didik. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa lingkungan sekitar bisa menjadi sumber pembelajaran yang sangat bermakna.

Bagi Lentera Team, medali emas IID 2026 bukan sekadar penghargaan, melainkan bukti bahwa generasi muda mampu berperan aktif menjaga warisan budaya melalui sains dan kepedulian lingkungan. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.