POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar berkomitmen penuh melindungi masa depan generasi muda melalui penguatan karakter di lingkungan sekolah.
Komitmen tersebut ditekankan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Denpasar, I Wayan Eka Apriana, dalam kegiatan evaluasi pelaksanaan fasilitasi bidang pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan Kota Denpasar pada Kamis (1/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula Kantor Disdikpora Kota Denpasar ini berfokus pada pendampingan Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) dan diikuti oleh 30 orang guru dari SMPN 3 Denpasar.
Dalam sambutannya, Eka Apriana menyampaikan bahwa program IKAN bertujuan memastikan sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang peserta didik. Menurutnya, sekolah harus menjadi oase yang tak hanya bebas dari kekerasan fisik, melainkan juga dari perilaku merusak mental dan fisik murid.
Lebih jauh, Eka Apriana menambahkan bahwa program IKAN merupakan langkah nyata menciptakan budaya sekolah bersih dari narkoba, sekaligus mendukung kebijakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) untuk membentuk karakter siswa sejak dini. Hal ini juga selaras dengan visi Presiden yang menekankan pentingnya lingkungan belajar yang Aman, Sehat, Ramah, dan Indah (ASRI).
Pada kesempatan yang sama, Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Adhie Sunia Sugriwa, memaparkan materi terkait maksud dan tujuan pelaksanaan program IKAN. Ia menjelaskan bahwa program IKAN merupakan bagian dari transformasi aksi nasional BNN untuk mewujudkan “Indonesia Bersinar” (Bersih Narkoba).
Sugriwa memberikan apresiasi tinggi kepada Disdikpora Kota Denpasar dan SMPN 3 Denpasar atas percepatan integrasi kurikulum ini.
“Kurikulum integrasi anti-narkoba ini diakselerasi ke seluruh sekolah di Denpasar. Materi disisipkan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada, seperti Biologi, Matematika, dan lainnya, sehingga tidak mengganggu atau menambah beban belajar anak-anak,” jelas Sugriwa.
Melalui pemahaman sejak dini, ia berharap para siswa sebagai calon pemimpin bangsa terhindar dari penyalahgunaan narkoba yang dapat mengancam kesehatan dan kecerdasan mereka. Ke depan, seluruh satuan pendidikan di Kota Denpasar diharapkan dapat mengimplementasikan program IKAN secara bertahap dan berkelanjutan guna mewujudkan generasi emas yang sehat, berdaya saing, dan berintegritas.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Denpasar, Ni Nengah Sujani, memaparkan penerapan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Anti Narkoba yang diintegrasikan langsung dalam proses penyampaian materi pelajaran di kelas. Integrasi ini diharapkan dapat membangun pemahaman, sikap, dan ketahanan diri peserta didik terhadap ancaman narkoba.
“Program IKAN juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif. Melalui integrasi kurikulum ini, sekolah diharapkan tidak sekadar menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan ketahanan moral peserta didik,” pungkas Sujani. tra
























