Bule Telanjang di Batur Masuk Ranah Imigrasi, Dampak Libur Lebaran Tak Signifikan

WAKIL Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Foto: ist
WAKIL Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Foto: ist

DENPASAR – Peristiwa ada bule telanjang yang menari di kawasan Gunung Batur dinilai tidak lagi ranah Pemprov Bali untuk menangani. Meski insiden itu “mencederai” citra pariwisata Bali, tapi duduk perkaranya merupakan domain Imigrasi. Penegasan itu disampaikan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, usai rapat paripurna DPRD Bali, Senin (25/4/2022).

Menurut Wakil Gubernur, adanya bule telanjang itu tidak bisa dilepaskan dari ada euforia setelah dua tahun pariwisata tidak berkutik. Selain itu juga ada juga keluhan terkait pedagang asongan dan sebagainya. Khusus mengenai bule telanjang, dia berujar yang dilakukan terbilang pelanggaran kesucian pura, dan akan ditindaklanjuti sesuai kesalahan yang dilakukan apakah kesengajaan atau apa.

Bacaan Lainnya

“Ini ranahnya sudah bukan Pemprov, sudah Imigrasi. Apa cukup deportasi saja atau apa? Soal ada penyucian, kita lihat dulu simakrama Desa Batur seberapa jauh memandang tempat suci harus dilestarikan. Ini akan dikoordinasikan dengan Jro Gede di sana,” terangnya didampingi Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama.

Disinggung mengenai mudik Lebaran, dia berkata pasti ada peningkatan wisatawan domestik, begitu pula pelancong mancanegara secara alami meningkat sesuai dengan jumlah penerbangan ke Bali. Meski demikian, Cok Ace, sapaan akrabnya, memandang dampak libur Lebaran dari pelancong mancanegara tidak terlalu signifikan meski peningkatannya ada.

Baca juga :  KUR Belum Banyak Terserap untuk Usaha Mikro, Pemkot Denpasar-OJK Samakan Persepsi

Mengenai adanya rekomendasi DPRD agar Pemprov meningkatkan pertumbuhan ekonomi karena kontraksi ekonomi pada 2021 masih tinggi, Cok Ace mengakui pertumbuhan ekonomi masih minus. Kondisi tersebut tak terlepas dari adanya pandemi Covid-19 varian Delta yang berlangsung cukup lama. Hanya, meski sama-sama minus, melihat pertumbuhan ekonomi juga mesti mempertimbangkan year on year.

“2020 kita benar benar jatuh, 2021 kalau minus lagi harus bandingkan 2020. Keadaan belum menguntungkan waktu itu. Sekarang 2022 menunjukkan angka lebih bagus sesuai laporan BI. Ya, kami ada optimis (pertumbuhan ekonomi) akan meningkat,” tandas Cok Ace, diamini anggukan kepala Wiryatama, sembari berjalan menuju mobilnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.