Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Resmi Ditutup, Kontingen Indonesia Finish Urutan 16

ATLET dan ofisial Kontingen Indonesia mengikuti defile saat upacara penutupan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Mizuho Park Sports Stadium, Nagoya, Jepang, Minggu (4/10/2026). foto: ist

POSMERDEKA.COM – Asian Games Aichi-Nagoya 2026 resmi ditutup setelah Presiden Olympic Council of Asia (OCA) Sheikh Joaan Bin Hamad Al Thani menyampaikan pidato penutupan di Mizuho Park Sports Stadium, Nagoya, Jepang, Minggu (4/10/2026).

Upacara tersebut menandai berakhirnya Asian Games ke-20 yang berlangsung selama 16 hari, sejak 19 September hingga 4 Oktober, dengan melibatkan atlet dari 45 National Olympic Committee (NOC) Asia. Dengan berakhirnya upacara penutupan di Nagoya, estafet Asian Games selanjutnya beralih ke Doha yang akan menjadi tuan rumah edisi ke-21 pada 2030.

Read More

“Malam ini, saat kita menurunkan bendera Aichi-Nagoya 2026, kita menutup Asian Games ini, tetapi sekaligus meningkatkan standar olahraga Asia,” kata Sheikh Joaan dalam pidatonya.

Ia mengatakan penyelenggaraan Asian Games Aichi-Nagoya telah menghadirkan berbagai momen berkesan, mulai dari penampilan para atlet terbaik Asia hingga munculnya generasi baru bintang olahraga.

Sheikh Joaan juga menyampaikan apresiasi kepada Komite Penyelenggara Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Komite Olimpiade Jepang, Prefektur Aichi, Kota Nagoya, dan Pemerintah Jepang.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada 45 NOC Asia, masyarakat Aichi-Nagoya dan kota-kota yang menjadi tuan rumah bersama, serta ribuan sukarelawan yang mendukung pelaksanaan Asian Games.

Ia mengatakan semangat yang muncul selama kompetisi tidak berakhir bersamaan dengan padamnya api Asian Games. “Api mungkin telah dipadamkan, tetapi harapan yang dinyalakannya akan terus berkobar di seluruh benua kita,” ujarnya.

Sheikh Joaan kemudian mengajak generasi muda Asia untuk membawa semangat Aichi-Nagoya menuju penyelenggaraan Asian Games berikutnya di Doha, Qatar, pada 2030.

“Kita bergerak dari timur ke barat, dari Jepang ke Qatar, menyebarkan nilai-nilai kita dan memastikan setiap sudut benua kita merasakan perayaan olahraga ini,” kata Sheikh Joaan, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Finish Urutan 16
China menjadi juara umum Aichi-Nagoya 2026 dengan 169 medali emas, 89 perak, dan 83 perunggu. Jepang sebagai tuan rumah berada di posisi kedua dengan 83 emas, 95 perak, dan 91 perunggu.

Sementara, Kontingen Indonesia finish di urutan ke-16 dengan raihan lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu dari kontingen yang terdiri atas 432 atlet pada 35 cabang olahraga. Lima emas yang didapatkan Indonesia berasal dari empat cabang olahraga yakni bulutangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan

Cabang olahraga bulutangkis menyumbangkan dua medali emas hasil dari nomor beregu putra yang dimenangkan tim putra Indonesia dan ganda putra yang dimenangkan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Bulutangkis menjadi cabang olahraga pertama yang sukses menyumbang medali emas bagi Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, berkat kemenangan tim beregu putra atas China dengan skor 3-2.

Sementara itu, Leo/Daniel mengamankan medali emas ganda putra setelah mengalahkan wakil China Lang Weikeng/Wang Chang pada babak final dengan skor 19-21, 21-13, 21-18, dalam pertandingan yang digelar di Ichinomiya, Aichi, Jepang, Selasa lalu.

Selanjutnya pada cabang olahraga angkat besi, Rahmat Erwin Abdullah menyumbangkan medali emas pada nomor 75kg putra di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, Sabtu (26/9) lalu.

Rahmat mengamankan medali emas setelah mencatatkan angkatan snatch terbaik 160 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram untuk mengumpulkan total 366 kilogram.

Pada cabang olahraga panjat tebing, Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil menyumbangkan medali emas pada nomor speed putri Asian games Aichi-Nagoya 2026, Rabu (30/9) lalu.

Desak Rita menjadi yang tercepat dalam perebutan medali emas dengan catatan waktu 6,062 detik, mengungguli atlet China Li Juan Deng yang meraih medali perak dengan catatan waktu 6,064 detik. Sementara itu, medali perunggu diraih atlet Korea Selatan Jeong Jimin dengan catatan waktu 6,18 detik.

Selanjutnya emas terakhir yang didapatkan Indonesia pada Asian Games 2026 hadir dari cabang olahraga panahan berkat kegemilangan Nurisa Dian Ashrifah pada nomor compound women’s individual.

Nurisa mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor tipis 139-137. Itu menjadi medali emas pertama Indonesia pada cabang olahraga panahan sepanjang sejarah Asian Games.

Sementara itu, 11 medali perak yang didapatkan Indonesia merupakan sumbangsih dari cabang olahraga bulu tangkis, voli pantai, esports (2), padel, dayung (2), sepak takraw, menembak, selancar dan teqball.

Selanjutnya 23 medali perunggu Indonesia disumbangkan oleh cabang olahraga bulu tangkis (3), kano sprint, sepeda BMX Racing, sepeda Mountain Bike (2), karate (2), MMA, padel, sepak takraw (3), menembak, soft tennis, teqball, angkat besi dan wushu (5).

Dibanding dengan Asian Games 2022 di Hangzhou, Indonesia mengalami penurunan dalam capaian medali emas, namun lima medali yang didapatkan pada Asian Games 2026 sudah melampaui target dari Menpora. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.