POSMERDEKA.COM, BANGLI – Dalam realisasi APBD Perubahan 2025, sejumlah proyek hotmix jalan di Bangli mengalami gagal tender. Proyek ini kebanyakan di ruas jalan yang berada di balik Bukit, Kecamatan Kintamani. Proyek jalan yang gagal tender ini akan jadi prioritas di tahun anggaran 2026. Demikian disampaikan Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, di sela-sela kunjungan di sejumlah proyek strategis, belum lama ini.
Sedana Arta menjelaskan, gagal tender di sejumlah ruas jalan dengan anggaran mencapai Rp17 miliar lebih ini akibat waktu yang mepet. Sebab, baru dianggarkan di APBD Perubahan 2025. Karena waktu yang mepet, pihak rekanan tidak ada berani melakukan penawaran. “Ruas jalan ini kebanyakan berada di lokasi yang sangat ekstrem. Makanya, karena waktu yang sangat pendek, rekanan tidak berani menawar,” terangnya.
Untuk proyek jalan yang gagal tender ini, sebutnya, akan dianggarkan tahun 2026, dan merupakan skala prioritas. Sebab, kondisi jalannya memang lama rusak dan menjadi sorotan masyarakat. Dari sisi anggaran, dia berucap akan tetap mengupayakan untuk mendapat anggaran dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK). “Seperti jalan di wilayah Celok, Kayu Selem, Kintamani, ini memang sangat vital dan lama rusak. Sejatinya telah kami anggarkan Rp3 miliar kemarin, tapi tidak ada yang berani mengambil,” lugas Ketua DPC PDIP Bangli tersebut.
Anggota Komisi 3 DPRD Bangli, I Made Sudiasa, Minggu (30/11/2025) mengaku bisa memaklumi sejumlah proyek jalan di Bangli mengalami gagal tender. Hal ini tidak lepas dari sumber anggarannya dari BKK, yang cenderung dianggarkan dalam APBD Perubahan. “Persoalan ini memang karena anggaran, yang mana untuk BKK kebanyakan eksekusi di perubahan, otomatis waktunya akan sangat mepet,” ulasnya.
Meski demikian, dia menilai proyek ini semestinya mendapat prioritas, sehingga eksekusi di lapangan bisa lebih awal. Dia juga berharap pemerintah, dalam hal ini instansi yang membidangi, agar melakukan perencanaan lebih awal, khususnya proyek jalan yang dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat. Begitu APBD Bangli tahun 2026 selesai diverifikasi, maka instansi terkait sudah bisa melakukan prosesnya. “Saya kira bulan Desember ini persiapan pelaksanaan kegiatan sudah bisa dilakukan,” sarannya menandaskan. gia
























