POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyebutkan fokus olahraga Indonesia berikutnya adalah mengejar prestasi di ajang Olimpiade Los Angeles 2028. Hal itu diungkapkan Erick saat menyambut kedatangan atlet Asian Games (AG) Aichi-Nagoya 2026.
“Saya juga sampaikan, sekarang kita mulai fokus Olimpiade. Tahun 2028 waktu yang tidak terasa,” kata Erick Thohir kepada awak media pada acara penyambutan atlet di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Rabu (30/9/2026).
Tim atlet yang disambut Menpora beserta jajarannya berasal dari sejumlah olahraga seperti atletik, esports, bulutangkis, dan angkat besi. Dalam kesempatan itu, Menpora juga meneruskan pesan salam dari Presiden Prabowo Subianto terhadap para atlet dan tim ofisial yang telah berjuang mengharumkan nama Indonesia.
Kepala Negara, kata dia, merasa terharu dan bangga terhadap anak-anak muda generasi bangsa yang bisa mengibarkan bendera Merah Putih di Jepang. Menpora kemudian mengingatkan para atlet maupun federasi yang telah berjuang dan berprestasi di Asian Games agar mulai mengalihkan fokus untuk persiapan menghadapi Olimpiade 2028.
Sebelum Olimpiade, kata dia, Indonesia juga akan mengikuti SEA Games 2027 yang menjadi sasaran antara menuju panggung multi cabang olahraga terbesar dunia.
Menpora mengatakan bahwa pihaknya sudah mulai menyiapkan anggaran untuk pemusatan latihan untuk Olimpiade maupun untuk SEA Games mendatang. “Jadi saya harapkan para atlet untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Dan mudah-mudahan kita juga bisa berjaya di Olimpiade dan sasaran antara di SEA Games,” katanya.
Bonus Ditabung
Menpora juga menyarankan agar bonus yang akan diterima atlet-atlet peraih medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 ditabung untuk menunjang kebutuhan dan masa depan para atlet. “Saya sudah sampaikan (kepada para atlet peraih medali agar) bonus-bonusnya ditabung,” kata Erick Thohir, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Ia memberikan contoh peraih medali emas nomor perorangan seperti Rahmat Erwin Abdullah dari cabang angkat besi kelas 75 kilogram putra akan mendapatkan bonus senilai Rp3 miliar. Sedangkan, bonus peraih emas di nomor tim atau beregu, kata dia, akan diberikan dengan penghitungan nilai yang berbeda dengan nomor perorangan.
Untuk peraih medali emas dari nomor tim atau beregu, seperti cabang bulutangkis, bonus akan diberikan dengan skema yang berbeda. Begitu pula dengan atlet yang berhasil membawa pulang medali perak dan perunggu.
Menpora kemudian mengingatkan para atlet agar bonus yang diterima tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sesaat. Ia menyarankan agar sebagian bonus disimpan dan dikelola sebagai bekal untuk menghadapi masa depan, mengingat karier seorang atlet profesional memiliki masa aktif yang terbatas.
Pada kesempatan tersebut, Menpora turut memberikan apresiasi kepada seluruh kontingen Indonesia yang telah berjuang di Jepang. Ia juga memberikan perhatian kepada atlet-atlet Indonesia yang masih bertanding.
Menpora berharap para atlet yang belum menyelesaikan perjuangannya dapat terus menjaga semangat, konsentrasi, dan memberikan kemampuan terbaik hingga pertandingan terakhir. “Disayangkan kalau (bonus) yang individu 3 miliar (tidak diraih). Tapi (bonus untuk yang sudah mendapat medali) ditabung, ya,” pungkasnya. yes
























