Pascaterendam, Aktivitas Belajar di SMPN 13 Denpasar Kembali Normal

AKTIVITAS belajar mengajar di SMPN 13 Denpasar pada Rabu (10/12/2025) kembali berjalan normal. Sehari sebelumnya, sekolah yang berlokasi di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Padangsambian Klod, meniadakan proses belajar mengajar di sekolah karena halaman sekolah tergenang air setinggi lutut orang dewasa. Foto: ist
AKTIVITAS belajar mengajar di SMPN 13 Denpasar pada Rabu (10/12/2025) kembali berjalan normal. Sehari sebelumnya, sekolah yang berlokasi di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Padangsambian Klod, meniadakan proses belajar mengajar di sekolah karena halaman sekolah tergenang air setinggi lutut orang dewasa. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Aktivitas belajar mengajar di SMPN 13 Denpasar pada Rabu (10/12/2025) kembali berjalan normal. Sehari sebelumnya, sekolah yang berlokasi di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Padangsambian Klod, ini meniadakan proses belajar mengajar di sekolah dan melaksanakan pembelajaran dari rumah karena halaman sekolah tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

‘’Kami sudah komunikasi dengan kepala sekolah, aktivitas belajar sudah aktif, belajar normal semua. Halaman sekolah sudah bersih dan sudah tidak ada lagi genangan air di halaman sekolah,’’ ujar Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, Rabu (10/12/2025).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Wiratama mengatakan, menurut keterangan Kepala SMPN 13 Denpasar, Ni Made Sukarini, terendamnya lingkungan SMPN 13 Denpasar tidak sekadar disebabkan karena hujan dengan intensitas lama, pada Senin (8/12/2025) hingga dini hari. Air yang merendam SMPN 13 Denpasar berasal dari air sungai yang berada di sisi timur sekolah masuk ke lingkungan sekolah lewat celah pondasi tembok penyengker sekolah yang berlubang.

Lewat lubang-lubang kecil itulah, air sungai masuk dan memenuhi halaman sekolah sampai setinggi lutut orang dewasa, sehingga tak memungkinkan warga sekolah untuk beraktivitas. Kondisi ini, kata Wiratama, sudah dikoordinasikan ke PUPR Kota Denpasar. Hanya saja, kewenangan pemeliharaan atau perbaikan ada di instansi Sumber daya Air Kementerian PU. ‘’Kemarin sudah di cek,’’ kata Wiratama.

‘’Kalau hanya hujan tanpa disertai luapan air sungai di sisi timur sekolah, genangan air di halaman sekolah akan cepet surut. Ini karena banyak terdampat sumur resapan air penanggulangan banjir bantuan dari Jica Jepang yang berada di halaman sekolah sebelah selatan dan berfungsi baik,’’ pungkasnya. tra 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses