Kejurprov PBSI Bali 2026: Sebanyak 239 Pebulutangkis Se-Bali Berebut Juara di Buleleng

USAI membuka Kejurprov PBSI Bali 2026, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata (kiri), foto bersama dengan Ketua Umum Pengprov PBSI Bali, I Wayan Winurjaya (kanan), Ketua Umum PBSI Buleleng, Anak Agung Ketut Widia Putra (kedua dari kanan), serta sejumlah tokoh bulutangkis Bali. foto: ist

POSMERDEKA.COM, BULELENG – Sebanyak 239 pebulutangkis dari sembilan kabupaten/kota se-Bali, berebut juara dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PBSI Bali 2026, yang dipusatkan di GOR Mekar, Seririt, Kabupaten Buleleng mulai Kamis (8/10) hingga 11 Oktober 2026.

Kejurprov selama empat hari itu, secara resmi sudah dibuka sehari sebelum pertandingan, Rabu (7/10/2026) malam, oleh Bupati Buleleng yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, yang dirangkai dengan acara gala dinner.

Read More

Event tahunan program Pengprov PBSI Bali ini, menjadi wadah bagi para atlet, mulai dari kelompok usia dini hingga dewasa, menguji kemampuan sekaligus memperebutkan juara.

Para atlet tidak hanya membawa target meraih prestasi, tetapi juga kesempatan untuk mengukur hasil latihan dan pengalaman bertanding di level provinsi.

Dalam sambutannya, Ida Bagus Gde Surya Bharata mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Buleleng sebagai tuan rumah Kejurprov PBSI Bali 2026. Menurutnya, ajang ini penting untuk membentuk mental kompetitif sekaligus mempererat hubungan antaratlet dan insan olahraga dari berbagai daerah.

“Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, tunjukkan kemampuan terbaik kalian dengan semangat juang pantang menyerah. Menang dan kalah adalah hal biasa, tetapi persahabatan dan integritas adalah segalanya,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBSI Buleleng, Anak Agung Ketut Widia Putra, mengatakan Kejurprov tidak semata-mata berorientasi pada perolehan gelar juara. Kompetisi ini juga menjadi ruang untuk mengukur perkembangan prestasi atlet serta membangun mental bertanding.

Kejurprov tahun ini mengusung tema “Smash Prestasi, Satukan Bali dari Seririt, Buleleng”. Tema tersebut mencerminkan semangat menjadikan olahraga bulutangkis sebagai sarana pembinaan prestasi sekaligus memperkuat persaudaraan antar daerah.

“Para atlet diharapkan tidak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga pengalaman berharga sebagai bagian dari proses pembinaan bulutangkis di Buleleng,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PBSI Bali, I Wayan Winurjaya, menambahkan bahwa terdapat sejumlah faktor penting yang mendukung lahirnya atlet berprestasi. Di antaranya ketersediaan fasilitas olahraga yang memadai, pembinaan klub yang aktif di masing-masing daerah, serta kompetisi yang digelar secara berkelanjutan.

Menurutnya, turnamen menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karena atlet dapat mengetahui sejauh mana kemampuan mereka setelah menjalani latihan.

“Tanpa adanya kejuaraan, kita tidak akan tahu sejauh mana kemampuan dan hasil latihan kita,” kata Winurjaya, seraya menambahkan, PBSI Bali berkomitmen menjaga keberlanjutan Kejurprov secara bergiliran di seluruh kabupaten/kota se-Bali. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.