POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Sejak pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu, jumlah kedai kopi di Denpasar meningkat tajam. Hal ini menandakan melejitnya jumlah peminat, dunia usaha dan petani kopi lokal yang perlu didukung pertumbuhannya.
“Saya bicara dengan BUMN agar ada kerja sama dengan kedai kopi daerah untuk diberi kesempatan, misalnya Angkasa Pura. Jadi, jangan cuma kopi internasional saja ada di sana,” kata Ketua DPD Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih, di sela-sela Golkar Denpasar Cup Tasters Championship di wantilan DPD Partai Golkar Bali, Minggu (1/2/2026).
Demer, sapaan akrabnya, berharap kedai kopi di Bali bisa menasional dan internasional. Apalagi Bali punya sumber kopi terbaik dari berbagai jenis. Bila ada satu brand kopi lokal terbaik, itu bisa mengurangi dominasi brand kopi internasional yang berafiliasi dari luar negeri.
“Banyak kopi nasional merambah ke Bali, kenapa tidak dari Bali yang menjangkau Indonesia? Semoga ada pihak asing yang punya waralaba memasarkan ke negara lain,” terang anggota Komisi VI DPR RI itu.
Terkait BUMN, Demer bilang akan memperjuangkan agar kedai kopi lokal difasilitasi supaya bisa masuk ke internasional di wilayah strategis yang dimiliki BUMN. Fasilitasi itu sekaligus promosi gratis ke dunia. Jadi, BUMN sebagai agen pembangunan melalui kopi.
“Ini baru permulaan dari langkah Golkar meski kecil. Kalau benar resonansi perkembangan kopi bagus, ini bisa melahirkan ribuan outlet yang bisa berkembang di Bali,” ulasnya.
Alasan membuat lomba “icip-icip kopi” itu, Demer berujar setiap produk bagus maka ada perkembangan baru. Kopi termasuk barang baik karena dianggap dapat mempengaruhi peningkatan kesehatan dalam takaran yang tidak berlebihan. Kopi juga bisa menjadi pilihan ke depan dan mempengaruhi bisnis, dan menciptakan pasar kerja melalui barista misalnya. Apalagi nanti pemenangnya akan diadu sampai tingkat nasional dan internasional.
“Kerja politik itu tidak cuma rekrutmen kader, tapi juga membentuk persepsi. Kalau persepsi bagus, simpati meningkat, dan disalurkan di pemilu dengan mencoblos Golkar,” ucapnya kalem.
Kok seperti mencontek ide PDIP yang sejak lima tahun lebih membuat lomba barista bagi kalangan anak muda? Sambil tersenyum Demer berkata bukan hanya satu pihak saja bisa melaksanakan lomba kopi. Semua berhak ketika sama-sama menuju kebaikan, dan memberdayakan masyarakat.
“Simpati politik silakan ke sana dan ke sini. Golkar Ingin menyejahterakan masyarakat dengan serius bekerja melihat animo kopi, mulai dari petani, pekerja sampai pangsa pasar kerja,” tandasnya kalem.
Setelah melalui penyaringan ketat, akhirnya diperoleh empat pemenang lomba “icip-icip kopi” Golkar Denpasar tersebut. Mereka adalah Akbar Mubarok, Faishal Ismayadi, Ramadhan Sofyan Hadi Kusuma, dan I Putu Ian Haru Aswani sebagai juara 1 sampai 4. hen
























