Di Karangasem Belum Ditemukan Ada Wabah LSD

KEPALA Dinas Peternakan Karangasem, I Made Sugiartha. Foto: ist
KEPALA Dinas Peternakan Karangasem, I Made Sugiartha. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Maraknya wabah yang menyerang hewan ternak sapi yang saat ini disebut wabah Lumpy Skin Disease (LSD) membuat para peternak sapi khawatir. Wabah yang merambah di kawasan Jembrana itu dicemaskan akan menyebar ke wilayah lainnya di Bali.

Mengantisipasi masuk dan menyebarnya wabah LSD di Karangasem, Dinas Pertanian Karangasem memperketat pemantauan keluar- masuk sapi di seluruh pasar hewan. Seluruh ternak sapi yang keluar- masuk pasar hewan juga disemprot menggunakan cairan disinfektan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Peternakan Karangasem, I Made Sugiartha, Rabu (21/1/2026) mengatakan, berdasarkan informasi petugas di lapangan, banyak saudagar sapi dan peternak dari Jembrana dan Buleleng menjual sapinya di beberapa pasar hewan di Karangasem. Sebagai langkah antisipasi, Dinas Pertanian Karangasem menyiagakan petugas dari Puskeswan di seluruh pasar hewan. “Mereka bertugas mengecek kondisi sapi yang masuk ke pasar hewan. Sebelumnya dilakukan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh sapi yang tiba di pasar hewan,” katanya.

Lebih jauh disampaikan, instansinya juga memastikan sampai saat ini wabah LSD belum ada ditemukan di Karangasem. Jumlah populasi sapi di Karangasem sekitar 79.000 ekor, dengan populasi terbanyak berada di Kecamatan Kubu sebanyak 22.218 ekor, dan di Kecamatan Rendang 18.282 ekor. “Kami imbau supaya para peternak sementara waktu tidak menjual atau membeli ternak sapi dari luar,” sarannya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses