Demer Sebut Bapak-Anak Boleh Beda Partai, Asal…

Gde Sumarjaya Linggih. Foto: hen
Gde Sumarjaya Linggih. Foto: hen

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Posisi I Putu Sika Adi Putra sebagai anggota Fraksi Golkar DPRD Badung masih menjadi polemik sampai kini. Wayan Suyasa, mantan Ketua DPD Partai Golkar Badung yang juga ayah kandung Sika, kini loncat menjadi Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali, itulah masalahnya. Namun, Ketua DPD Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih, menilai Golkar sebenarnya tidak masalah bapak dan anak beda partai, tapi ada syaratnya. Apa syarat itu?

“Kalau tidak satu dapil (daerah pemilihan) boleh. Misalnya bapaknya di Golkar, anaknya maju lewat PSI di Lombok (NTB) itu boleh,” kata Demer, sapaan akrabnya itu dengan kalem saat ditemui, Minggu (1/2/2026).

Bacaan Lainnya

Tentang dia menyarankan Sika mundur jika menimbang soal etika politik, Demer menyebut karena pada Pemilu 2029 tidak boleh masih dalam keluarga satu tingkat naik, turun, dan ke samping berada di satu dapil. Golkar tidak mungkin mencalonkan Sika kalau Suyasa masih di PSI dan ikut tarung dalam satu dapil saat Pemilu.

“Soal pemanggilan, segera akan kami panggil, nanti disurati panggilan teman-teman Golkar di Badung,” terang anggota Komisi VI DPR RI itu.

Disinggung ada elite Golkar yang anaknya beda partai dan lolos ke DPR RI, Demer tidak membantah. Hanya, tegasnya, tidak boleh satu dapil.

Sebelumnya, Wayan Suyasa resmi dilantik sebagai Ketua DPW PSI Bali pada 24 Januari lalu. Sebagai nakhoda partai baru, Suyasa memancang target 25 kursi DPRD seluruh Bali, plus 1 kursi DPR RI. Target spektakuler itu disebut-sebut membuat risi partai lain, termasuk Golkar. Hengkangnya Suyasa berefek pula kepada posisi Putu Sika, yang masih tercatat sebagai kader Golkar sekaligus anggota Fraksi Golkar DPRD Badung. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses