Cegah Risiko Bencana Sejak Dini, Dinsos Denpasar Edukasi Siswa SD dan SMP

PEMERINTAH Kota Denpasar melalui Dinas Sosial (Dinsos) menggelar program "Tagana Masuk Sekolah" sebagai upaya mitigasi bencana bagi pelajar. Kegiatan yang menyasar jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Foto: ist
PEMERINTAH Kota Denpasar melalui Dinas Sosial (Dinsos) menggelar program "Tagana Masuk Sekolah" sebagai upaya mitigasi bencana bagi pelajar. Kegiatan yang menyasar jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial (Dinsos) menggelar program “Tagana Masuk Sekolah” sebagai upaya mitigasi bencana bagi pelajar. Kegiatan yang menyasar jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini dinilai penting untuk membekali siswa kecakapan serta kesiapsiagaan saat menghadapi keadaan darurat.

​Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty, membuka langsung pelaksanaan kegiatan tersebut di SMP Widya Sakti Denpasar pada Jumat (2/10/2026). Pada hari yang sama, program serupa juga dilaksanakan di SD 17 Pemecutan dengan menghadirkan narasumber dari Tagana (Taruna Siaga Bencana), yakni Ni Putu Nita Anggraini dan I Nyoman Swandita.

Read More

​Laxmy menegaskan bahwa edukasi ini menjadi langkah krusial dalam menanamkan kesadaran kebencanaan sejak dini. Menurutnya, siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga diharapkan lebih waspada terhadap potensi risiko di lingkungan sekitar.

​”Kami dari Dinas Sosial berupaya menanamkan mitigasi bencana sejak dini, salah satunya melalui program Tagana Masuk Sekolah,” ujar Laxmy.

​Dalam kegiatan ini, para peserta diperkenalkan pada langkah dasar menghadapi bencana, seperti mengenali potensi bahaya di sekolah, memahami jalur dan prosedur evakuasi, menjaga ketenangan, serta mematuhi petunjuk dari guru maupun petugas.

​Laxmy juga menyoroti kondisi fisik bangunan sekolah di Denpasar yang mayoritas berlantai dua atau tiga, sehingga memiliki kerentanan lebih tinggi saat terjadi gempa bumi. “Dengan mitigasi ini, anak-anak diharapkan tahu bagaimana cara menyelamatkan diri secara mandiri jika gempa terjadi,” tambahnya.

​Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Denpasar, I Gusti Ketut Sudiatmika, mendampingi langsung simulasi di SD 17 Pemecutan. Ia menjelaskan bahwa selain teori, anak-anak diajak mempraktikkan langsung alur penyelamatan diri, mulai dari ruang kelas hingga menuju titik kumpul yang aman.

​”Praktik langsung di lapangan akan lebih membekas di ingatan anak-anak. Terlebih bangunan SD 17 Pemecutan berlantai dua, tentu berisiko jika siswa tidak paham prosedur evakuasi,” kata Sudiatmika.

​Selain simulasi gempa, Sudiatmika turut mengimbau para siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan guna mencegah penumpukan penyakit dan potensi banjir saat musim hujan.

​Kepala SD 17 Pemecutan, I Gede Gunaharta, menyambut positif kehadiran program tersebut. Dengan total 363 siswa di sekolahnya, pemahaman mengenai mitigasi bencana dinilai sangat vital.

​”Edukasi mitigasi ini sangat penting bagi kami agar seluruh siswa memahami tata cara penyelamatan diri dengan benar dan tidak panik saat bencana terjadi,” pungkas Gunaharta. rls/tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.