Asian Games 2026: Desak Made Rita dan Berthdigna Lolos Kualifikasi

ATLET panjat tebing disiplin speed putri Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi, dalam suatu kesempatan menjawab pertanyaan wartawan. foto: ist

POSMERDEKA.COM – Dua wakil Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Berthdigna Devi Surya Kusuma lolos babak kualifikasi dengan menghuni peringkat ketiga dan kelima nomor speed putri panjat tebing Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Portmesse Nagoya Exhibition, Nagoya, Jepang, Selasa (29/9/2026).

Dalam perlombaan itu, Desak Rita menjadi atlet Indonesia dengan catatan waktu terbaik dengan 6,29 detik, di belakang atlet China, Deng Lijuan, yang menjadi pemuncak klasemen dengan waktu 6,23 detik, serta atlet Korea Selatan Jeong Jimin dengan 6,25 detik.

Read More

Pemegang rekor Asia nomor speed putri dengan catatan 6,07 detik itu tampil cukup konsisten pada beberapa percobaan. Desak mencatat waktu 6,293 detik pada salah satu percobaan dan kemudian membukukan 6,29 detik sebagai hasil terbaik. Satu percobaan lainnya tercatat 7,12 detik, dan pada percobaan ia melakukan kesalahan start.

Sementara itu, atlet Indonesia lainnya, Berthdigna finis di peringkat kelima dengan catatan waktu 6,49 detik. Ia mencatat 6,59 detik pada percobaan pertama, sebelum membukukan 6,49 detik pada percobaan berikutnya.

Berthdigna kemudian mencatat waktu 6,58 detik dan 6,74 detik pada percobaan selanjutnya. Catatan terbaik 6,49 detik cukup untuk menempatkan Berthdigna di posisi kelima dalam daftar kualifikasi.

Hasil tersebut membuat Desak Rita dan Berthdigna masuk dalam jajaran atlet yang lolos kualifikasi sekaligus membuka peluang bagi panjat tebing Indonesia untuk menyumbang medali dalam pesta olahraga terbesar Asia.

Sementara itu, hasil berbeda diraih oleh dua wakil Indonesia lainnya Ramadhan Raviandi dan Ramadhan Ravianto yang gagal menembus sesi kualifikasi nomor boulder putra.

Raviandi menyelesaikan lomba dengan catatan waktu total 44, 4 detik sehingga tertahan di posisi kesembilan atau di luar peringkat delapan teratas yang lolos kualifikasi. Sedangkan, Ravianto membukukan waktu 34,6 detik sehingga harus puas posisi ke-12 peringkat kualifikasi.

Tidak Terbebani
Beberapa hari sebelum lomba, Desak Rita mengaku tidak merasa terbebani target medali emas. “Saya tidak terbebani target dan tidak ada intensitas latihan mandiri juga,” kata Desak Rita, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Dia menegaskan tidak merasakan beban tambahan meski menyandang status atlet putri peringkat satu dunia disiplin speed putri World Climbing. Menurutnya, status tersebut tidak mengubah pendekatan dalam menjalani persiapan menuju pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.

Peraih berbagai gelar internasional itu menjelaskan seluruh program latihan masih dijalankan sesuai arahan pelatih tanpa menambah porsi latihan secara mandiri di luar jadwal yang telah ditetapkan.

Dia menilai kedisiplinan mengikuti program menjadi kunci menjaga performa dan menghindari risiko cedera menjelang pertandingan. Selain menjalani latihan secara disiplin, atlet asal Bali itu juga memprioritaskan pemeliharaan kondisi fisik agar tetap prima selama masa persiapan hingga pertandingan.

Selain itu, tambah dia, kesehatan menjadi faktor penting untuk mendukung pencapaian performa maksimal saat bertanding. “Keluarga juga selalu mendoakan yang terbaik, tidak ada tuntutan apapun, mereka selalu bicara tentang menikmati semua prosesnya dan mereka yakin kalau saya pasti bisa,” kata atlet berusia 25 tahun itu.

Desak Rita menambahkan dukungan Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) juga diberikan tanpa memberikan tekanan target medali.

Dia menyebut seluruh fasilitas latihan yang dibutuhkan atlet telah tersedia, mulai dari pusat kebugaran hingga dinding panjat yang lengkap sehingga para atlet hanya perlu memaksimalkan persiapan untuk menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.