”Itu adalah hasil Rakernas (Rapat Kerja Nasional PB PTMSI) di tahun 2025, jadi tolong dibedakan antara keputusan pribadi (dengan keputusan organisasi)”
POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) Peter Layardi mengatakan larangan terhadap atlet tenis meja dari Indonesia Pingpong League (IPL) mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan keputusan bersama PB PTMSI.
“Itu adalah hasil Rakernas (Rapat Kerja Nasional PB PTMSI) di tahun 2025, jadi tolong dibedakan antara keputusan pribadi (dengan keputusan organisasi),” kata Peter Layardi seusai acara Musyawarah Nasional PB PTMSI Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Peter menyampaikan hal itu menanggapi pertanyaan seputar informasi yang berkembang di masyarakat terkait adanya larangan terhadap atlet-atlet tenis meja yang dinaungi organisasi baru IPL untuk mengikuti PON mendatang.
Dia menjelaskan bahwa hasil Rakernas PB PTMSI pada tahun lalu menegaskan bahwa PB PTMSI merupakan organisasi yang sah, berkegiatan secara lengkap, di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.
Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya mengimbau bahwa apabila ada pihak yang mendirikan organisasi tandingan (dengan munculnya IPL), maka tidak diperbolehkan karena mengakibatkan dikotomi serta kegaduhan.
“Jadi kami mengimbau, sebetulnya bukan melarang, artinya atlet-atlet ingin mengikuti (kegiatan organisasi lain di luar PB PTMSI) itu, silahkan, silahkan ikuti sampai selesai,” kata Peter, seperti dilnsir posmerdeka.com dari antaranews.
Sementara PB PTMSI, dia melanjutkan, juga memiliki agenda-agenda yang harus dijalankan. PB PTMSI bertanggung jawab mengadakan kejuaraan di berbagai tingkat seperti di Pekan Olahraga Provinsi (Porpov), Kejuaraan Nasional (Kejurnas), serta ditugaskan oleh KONI Pusat untuk melaksanakan PON. “Kegiatan-kegiatan ini lah yang akan kami jalankan terhadap anggota-anggota kami,” katanya.
Menanggapi kondisi itu, Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Suwarno mengatakan pihaknya melihat atlet-atlet di IPL tidak mengikuti pola yang digunakan oleh PB PTMSI yang sudah berjalan dengan pola pembinaan yang bagus seperti Liga Silatama, Liga Silataruna, PTMSI Bersatu Cup.
“Ini kan suatu tahapan-tahapan yang sudah mulai penjenjangan atlet dari tingkat paling bawah. Tidak ada atlet yang muncul dengan tiba-tiba tetapi akan berkualitas melalui proses penjenjangan,” katanya.
Suwarno berharap pola pembinaan yang dijalankan PB PTMSI dapat menyadarkan para atlet untuk menentukan organisasi mana yang paling tepat untuk menaungi mereka. yes
























