SPPG Subagan 2 Karangasem Hentikan Operasional Sementara

SPPG Karangasem Subagan 2 resmi menghentikan sementara operasional dapur mulai 9 Februari 2026 hingga waktu yang belum ditentukan. Penghentian ini dilakukan sambil menunggu hasil investigasi dari Badan Gizi Nasional (BGN), terkait temuan makanan tidak layak konsumsi yang sempat dibagikan kepada siswa. Foto: ist
SPPG Karangasem Subagan 2 resmi menghentikan sementara operasional dapur mulai 9 Februari 2026 hingga waktu yang belum ditentukan. Penghentian ini dilakukan sambil menunggu hasil investigasi dari Badan Gizi Nasional (BGN), terkait temuan makanan tidak layak konsumsi yang sempat dibagikan kepada siswa. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangasem Subagan 2 resmi menghentikan sementara operasional dapur mulai 9 Februari 2026 hingga waktu yang belum ditentukan. Penghentian ini dilakukan sambil menunggu hasil investigasi dari Badan Gizi Nasional (BGN), terkait temuan makanan tidak layak konsumsi yang sempat dibagikan kepada siswa. Hal tersebut tertuang dalam Surat Pemberhentian Sementara Operasional SPPG Nomor 009/SP/SPPG-SBG/II/2026 tertanggal 7 Februari 2026, yang ditandatangani Kepala SPPG Subagan 2, Aryaseh.

Dalam surat tersebut dijelaskan, pemberhentian operasional dilakukan akibat adanya kejadian makanan basi pada menu sate lilit, serta sebagai langkah untuk peningkatan fasilitas dan prasarana dapur. “SPPG Karangasem Subagan 2 akan berhenti operasional sementara mulai tanggal 09 Februari 2026 hingga waktu yang tidak dapat ditentukan, dikarenakan menunggu hasil investigasi dari BGN terkait kejadian makanan basi beberapa waktu kemarin,” tulis Aryaseh dalam surat resminya.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, pemberitaan menyebutkan menu sate lilit yang dibagikan kepada siswa sudah basi. Bahkan ditemukan nasi yang masih mentah dan tidak layak konsumsi. Kondisi tersebut berdampak pada ratusan siswa. Beruntung, para guru dengan sigap mengingatkan siswa untuk tidak mengonsumsi makanan tersebut, sehingga tidak menimbulkan korban keracunan.

Penghentian sementara layanan Makan Bergizi Gratis ini menuai perhatian dari para orangtua siswa. Salah satu orang tua berharap permasalahan ini dapat segera diselesaikan, agar program tetap berjalan dengan aman.

“Kami berharap SPPG bisa kembali beroperasi, tapi dengan pengawasan yang lebih ketat dan evaluasi. Program ini sangat membantu anak-anak,” ujar salah satu orangtua siswa.

Pihak SPPG menyatakan akan kembali beroperasi setelah hasil investigasi BGN keluar, dan seluruh perbaikan fasilitas dapur dinyatakan layak. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, serta mengapresiasi dukungan sekolah selama pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Karangasem. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses