SMPN 17 Denpasar Gelar Lomba Bulan Bahasa Bali Perdana

SISWA SMPN 17 Denpasar foto bersama usai mengikuti lomba busana adat ke pura serangkaian Bulan Bahasa Bali. Foto: ist
SISWA SMPN 17 Denpasar foto bersama usai mengikuti lomba busana adat ke pura serangkaian Bulan Bahasa Bali. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – SMPN 17 Denpasar sebagai sekolah paling anyar di Kota Denpasar, untuk pertama kalinya menggelar Lomba Bulan Bahasa Bali. Pelaksanaan Lomba Bulan Bahasa Bali 2026 ini berlangsung selama dua hari yakni pada Senin (23/2/2026) s.d Selasa (24/2/2026).

Mengusung tema besar “Atma Kerthi: Udiana Purnaning Jiwa”, kegiatan ini dimaknai sebagai langkah penyucian jiwa dengan memperkuat literasi bahasa daerah di kalangan generasi muda. Terdapat tiga lomba yang digelar yaitu membuat puisi bahasa Bali, menyalin aksara Bali, dan peragaan busana adat ke pura.

Bacaan Lainnya

Plt. Kepala SMPN 17 Denpasar, I Komang Agus Ugrasena, mengatakan, kompetisi ini adalah bentuk nyata dedikasi sekolah dalam melestarikan sastra dan budaya Bali sejak dini. Ia berharap, melalui kegiatan ini anak-anak semakin menyadari bahwa bahasa ibu merupakan warisan identitas yang sangat krusial untuk dipelajari dan dijaga.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Komite SMPN 17 Denpasar, I Putu Putra Sasmitha. Melalui semangat Bulan Bahasa Bali, ia berharap literasi bahasa daerah tetap tumbuh subur di tengah gempuran modernisasi.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya Bali di tengah tantangan zaman. Ditekankan bahwa pelestarian bahasa Bali bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga sekolah dan keluarga.

“Kita tidak ingin Bulan Bahasa Bali hanya seremonial. Penguatan bahasa, aksara, dan sastra Bali harus dimulai dari sekolah dan keluarga. Sudah ada regulasi yang menguatkan, tinggal bagaimana kita konsisten menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Ia berharap, melalui lomba ini, generasi muda tidak hanya diasah kemampuannya, tetapi juga ditanamkan nilai sportivitas, kebanggaan terhadap budaya sendiri, serta semangat untuk terus menggali dan mengembangkan warisan leluhur Bali. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses