Piala Asia Futsal 2026: Hector Souto Ingin Ukir Sejarah, Loloskan Indonesia ke Semifinal

PELATIH Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menjawab pertanyaan para pewarta di Mixed Zone setelah pertandingan Grup A antara Indonesia melawan Irak di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). foto: ist

POSMERDEKA.COM, JAKARTA – Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto menegaskan ambisinya untuk mengantarkan skuad Garuda ke semifinal Piala Asia Futsal untuk pertama kalinya, setelah mengamankan tiket ke perempat final sebagai juara Grup A berkat hasil imbang 1-1 dengan Irak, Sabtu (31/1/2026).

Pada pertandingan yang dimainkan di Indonesia Arena, Jakarta, itu, timnas Indonesia unggul terlebih dahulu melalui gol Samuel Eko, sebelum kiper Irak Haedr Majed menyamakan kedudukan untuk timnya pada babak kedua.

Bacaan Lainnya

Indonesia menyelesaikan fase grup dengan tujuh poin dan selisih delapan gol, sedangkan Irak di posisi kedua klasemen akhir Grup A dengan tujuh poin dan selisih empat gol.

“Langkah selanjutnya. Target selanjutnya tentu saja berusaha untuk lolos ke semifinal untuk pertama kalinya. Inilah yang saya katakan kemarin, kami .… para pemain mengukir sejarah. Dengan bantuan para pelatih dan klub mereka dengan mendukung mereka sepanjang tahun,” kata Souto seusai pertandingan.

Pada perempatfinal yang akan dimainkan pada Selasa (3/1), Indonesia akan bertemu musuh bebuyutan, Vietnam. Menurut Souto, kali ini tekanan justru berada di kubu lawan yang sudah memiliki pengalaman lebih jauh di turnamen AFC. “Kami tidak punya apa-apa untuk kehilangan. Jika ada yang merasakan tekanan, itu Vietnam karena mereka sudah beberapa kali ke semifinal,” katanya.

Pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, Indonesia mampu mengamankan kemenangan dengan skor meyakinkan. Namun Souto menolak anggapan bahwa tim asuhannya bermain lebih bertahan saat melawan Irak, khususnya pada babak kedua.

“Anda keliru. Ketika kami bermain empat melawan empat, tim saya menerapkan permainan menyerang. Maka kami bermain bertahan saat mereka menerapkan power play, karena mereka mengejar peringkat pertama (Grup A). Kami ingin mengamankan peringkat pertama grup karena jarang Indonesia mendapatkan posisi pertama grup di kejuaraan Asia,” tutur pelatih asal Spanyol itu.

Namun ia menilai anak asuhnya mampu membatasi ancaman tersebut dengan disiplin bertahan. “Hari ini mereka hanya banyak menembak dari jarak jauh. Kami tidak memberikan terlalu banyak masalah kepada mereka,” ucap Souto.

Souto menjelaskan Indonesia memilih bertahan di area 12 meter karena posisi anchor lawan terlalu jauh untuk dikejar dan berpotensi membuka ruang di lini belakang. “Yang mereka inginkan adalah kami menekan, lalu mereka memanfaatkan ruang di belakang. Kami harus pintar dan menunggu momen yang tepat,” ungkapnya.

Pelatih berusia 44 tahun itu menilai gol yang bersarang ke gawang Indonesia terjadi akibat kesalahan sendiri. “Kami terlalu turun ke dalam. Itu sedikit bodoh dan harus kami pelajari,” ujar Souto, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Souto menyebut rivalitas Asia Tenggara menjadikan pertandingan nanti diprediksi berlangsung ketat. “Di Asia Tenggara, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia, semua bisa saling mengalahkan,” katanya.

Ia menegaskan fokus utama timnya kini adalah persiapan maksimal demi satu target berikutnya. “Kami hanya menyiapkan pertandingan dan menetapkan tujuan. Dan tujuan kami sekarang adalah melangkah ke semifinal,” pungkas Souto. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses