PBSI Dukung Format Baru BWF untuk Indonesia Open

ILUSTRASI - Tunggal putri Indonesia Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi harus mengakhiri langkahnya di babak semifinal Korea Masters 2025 setelah kalah dari unggulan pertama asal Taiwan Chiu Pin-Chian di Iksan City, Korea Selatan, Sabtu (8/11/2025). foto: dok

POMERDEKA.COM, JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mendukung penerapan format baru turnamen oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), termasuk Indonesia Open.

Kabid Luar Negeri PP PBSI Bambang Roedyanto mengatakan format baru Indonesia Open selama 11 hari sebagai turnamen level Super 1000 merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung arah pengembangan bulutangkis dunia yang dicanangkan oleh BWF.

Bacaan Lainnya

“Dari sisi penyelenggara, penerapan durasi 11 hari tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional karena waktu pelaksanaan yang lebih panjang,” kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/2/2026).

“Namun PBSI memandang hal ini sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia, sekaligus menghadirkan standar penyelenggaraan yang sejalan dengan arah global BWF.”

Jumlah peserta nomor tunggal bertambah dari 32 menjadi 48 pemain, sehingga membuka peluang lebih luas kepada atlet untuk tampil di level tertinggi. “Atlet juga akan menjalani lebih banyak pertandingan karena menggunakan sistem setengah kompetisi hingga lolos ke babak 16 besar,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, aspek kondisi bertanding dan pemulihan atlet menjadi perhatian utama. Dengan waktu turnamen yang lebih panjang dan hanya menggunakan dua lapangan pertandingan, atlet memiliki waktu istirahat yang lebih memadai. ”Hal itu diharapkan dapat menjaga kualitas permainan dan performa atlet sepanjang turnamen,” kata Bambang.

Bambang menekankan bahwa Indonesia Open juga akan dikemas dengan pendekatan sportainment. “Dengan durasi yang lebih panjang, penyelenggaraan Indonesia Open memungkinkan hadirnya berbagai elemen hiburan dan aktivasi di luar lapangan pertandingan,” ujar Bambang, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

“Sportainment menjadi bagian penting untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik bagi penonton di arena maupun penggemar yang mengikuti melalui siaran dan platform digital,” pungkas Bambang. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses