POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Majelis Agama bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Denpasar, mengeluarkan kesepakatan dan seruan bersama berkaitan dengan perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 dan Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Dalam kesepakatan dan seruan bersama tersebut ditegaskan perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 dan Bulan Suci Ramadhan 1447 H dengan semangat toleransi dan kekeluargaan antar umat beragama.
Seruan Bersama disepakati pada Kamis (19/2/2026), bertempat di Gereja Kristen Protestan Bali Jemaat Kristus Kasih, Jalan Debes No. 6, Kota Denpasar. Seruan bersama tersebut ditandatangani Ketua FKUB Kota Denpasar, I Nyoman Budiana dan Sekretaris FKUB Kota Denpasar, I Made Arka.
Turut menandatangani sejumlah pimpinan umat Kota Denpasar. Yakni, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Ulama Indonesia, Musyawarah Pelayan Umat Kristen, Majelis Agama Katolik, Wadah Antar Lembaga Umat Buddha Indonesia, dan Majelis Agama Khonghucu. Serta diketahui Plt. Kepala Kementerian Agama Kota Denpasar dan Kepala Badan Kesbangpol Kota Denpasar.
Dalam seruan bersama Ketua FKUB Kota Denpasar, I Nyoman Budiana, menyampaikan tiga poin penting. Pertama, ritual Agama Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 dan Pelaksanaan Ibadah Bulan Ramadhan 1447 H dilaksanakan dengan semangat kekeluargaan, saling hormat menghormati dan rasa toleransi yang tinggi, sehingga ritual Hari Suci Nyepi dan Ibadah Bulan Suci Ramadhan dapat berjalan sesuai ajaran agama masing-masing.
Kedua, ritual Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dilaksanakan sesuai Surat Edaran PHDI Provinsi Bali Nomor 13/Um.PHDI Bali/I/2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948 Tertanggal 13 Januari 2026 dan dresta yang berlaku pada desa adat masing-masing.
Ketiga, dalam hal pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H beriringan dengan Hari Suci Nyepi Caka 1948/ Tahun 2026, maka umat Islam diperkenankan berjalan kaki ke masjid atau mushola terdekat untuk melaksanakan Tarawih/Takbiran mulai pukul 19.00 Wita sampai dengan pukul 22.00 Wita. Masjid atau mushola dapat menggunakan lampu portable terbatas dan tidak menggunakan pengeras suara, tidak menyalakan petasan/mercon atau bunyi-bunyian. Untuk kenyamanan bersama pelaksanaan Tarawih/Takbiran, dapat dibantu oleh Pecalang, Jaga Baya, Bankamda dan Petugas Keamanan Masjid atau Mushola.
Ketua FKUB Kota Denpasar menegaskan, kesepakatan dan seruan bersama ini dibuat dengan penuh kesadaran, untuk dapat dilaksanakan serta ditaati sebagaimana mestinya demi terwujudnya kerukunan seluruh umat beragama di Kota Denpasar. tra kampungbet kampungbet























