Bangkitkan Semangat Seni Bali, Anak Desa Silungan Latihan Tari dan Megambel

PULUHAN anak SD dan SMP dari Desa Lodtunduh tampak antusias mengikuti latihan perdana tari dan megambel yang digelar Desa Adat Silungan. Foto: ist
PULUHAN anak SD dan SMP dari Desa Lodtunduh tampak antusias mengikuti latihan perdana tari dan megambel yang digelar Desa Adat Silungan. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Suasana penuh keceriaan mewarnai Wantilan Pura Desa & Puseh Desa Adat Silungan, Minggu (30/11/2025) pagi. Puluhan anak SD dan SMP dari Desa Lodtunduh tampak antusias mengikuti latihan perdana tari dan megambel, yang digelar Desa Adat Silungan, Lodtunduh, Ubud. Ini sebagai langkah nyata melestarikan seni budaya Bali sejak usia dini.

Sejak matahari terbit, wantilan sudah ramai oleh tawa anak-anak yang datang bersama orangtua mereka. Sekitar 50 anak perempuan dan lebih dari 40 anak laki-laki dengan penuh semangat memegang alat tabuh, dan mengikuti gerakan dasar yang dicontohkan para instruktur. Keriuhan yang hangat ini menjadi bukti kuat bahwa seni tradisi masih berdenyut di hati generasi muda.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Desa Adat Silungan, Dewa Made Adi Wisma, menjelaskan, program ini merupakan upaya awal untuk menumbuhkan kembali minat anak-anak terhadap seni budaya Bali. Dia menegaskan desa adat memiliki peran penting menyediakan ruang pembinaan yang berkelanjutan. “Ke depan, kami berencana membentuk sanggar seni yang menjadi wadah pembinaan bakat sejak dini,” ujarnya.

Tak sekadar membangun kemampuan, latihan ini juga diproyeksikan agar anak-anak dapat ngayah saat piodalan di pura-pura wilayah Desa Adat Silungan maupun Desa Lodtunduh. Bahkan mereka dipersiapkan untuk tampil pada upacara wali besar di Pura Sad Kahyangan.

Lebih lanjut dikisahkan, desa adat tengah merancang jadwal rutin penampilan tari dan tabuh di sejumlah titik strategis, seperti Wantilan Alas Arum, Puspa Aman, hingga hotel-hotel sekitar desa. Langkah ini diharap memberi motivasi bagi anak-anak untuk terus berlatih, sekaligus menyiapkan mereka sebagai duta seni di kawasan desa wisata Lodtunduh.

Latihan perdana ini sengaja digelar seusai liburan sekolah, dan bertepatan dengan Piodalan Pura Desa & Puseh pada Hari Raya Kuningan. Mulai sekarang, latihan akan dijadwalkan rutin setiap Sabtu-Minggu dan hari libur sekolah. Selain penguatan budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu mengurangi kecanduan anak-anak terhadap gawai.

“Rencananya latihan akan dipusatkan di Wantilan Pura Alas Arum, karena gong Semar Pegulingan ada di sana, tempatnya luas dan sejuk,” tambahnya.

Manfaat terbesar dari program ini, sambungnya, bukan hanya soal penguasaan seni. Proses sosial yang terbangun—anak-anak dari sekolah berbeda saling mengenal dan bekerja sama—menjadi nilai penting bagi pembentukan karakter. Bekal keterampilan seni sejak kecil juga membuka peluang lebih luas di masa depan.

“Saat dewasa, mereka sudah punya dasar dan bakat. Ini memudahkan mereka melanjutkan sekolah, bahkan bekerja di hotel atau luar negeri. Nilai tambah inilah yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan mereka,” ungkapnya, sembari menegaskan komitmen Desa Adat Silungan menjaga keberlanjutan program ini. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses