POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Krama Desa Adat Selat , Kecamatan Selat Karangasem menggelar upacara Usaba Dodol, Rabu (18/2/2026). Upacara ini rutin dilaksanakan tiap tahun.
Jero Mangku Pasek Linggih, selaku Pemangku Pura Dalem Selat, mengatakan, Usaba Dodol yakni kegiatan masyarakat datang ke Pura Dalem menghaturkan banten prani, dipersembahkan kepada Ida Batara/Batari yang berstana di Pura Dalem. Setelah itu, mulai pukul 09.00 hingga sore hari, masyarakat Selat menghaturkan banten seedan yang ditujukan kepada para leluhur. Setelah banten seedan, ada banten sosot berupa buntilan yang berisi jajanan uli dengan satuan masing-masing sosot disebut dengan catu. Ada mulai dari 25 catu, 50 catu bahkan sampai ada 300 catu.
“Makna dari sosot ini ada beberapa hal, tentang permohonan masyarakat Selat terhadap Dewa Siwa yang berstana di Pura Dalem. Misalkan ada mencari pekerjaan, mereka memohon kepada beliau. Setelah itu tercapai, maka sosot itu dibayar dalam bentuk kaul atau sesangi,” terangnya.
Lanjut dijelaskan, ada banten sokan yang terdiri dari beberapa bentuk upakara menggunakan sarwa, ada yang sarwa 3, 5 ,7 dalam jumlah bentuk yang ganjil. Makna khusus dari upacara Usaba Dodol ini merupakan simbol syukuran. Masyarakat pada zaman dahulu mayoritas bergerak dalam sektor pertanian, otomatis aci upacara yang dilaksanakan untuk kemakmuran sawah. Makna lain adalah integritas dan interaksi masyarakat dalam bentuk kerja sama.
“Selain itu, maknya juga alam sudah memberi yang terbaik kepada masyarakat. Ini kemudian dikembalikan dalam bentuk upacara persembahan,” pungkasnya. nad kampungbet























