POSMERDEKA.COM, KLUNGKUNG – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, mengunjungi Nusa Penida, Klungkung sejak Sabtu (14/2/2026) sampai Minggu (15/2/2026). Kunjungan kerja tersebut bertujuan melakukan penyelarasan program, serta mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan Nusa Penida. Kehadiran Wamendagri disambut Bupati Klungkung, I Made Satria; bersama Eva Satria, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, Sekda Anak Agung Gede Lesmana, Camat Nusa Penida, serta para kepala OPD di lingkungan Pemkab Klungkung.
Pada hari pertama, Bima Arya bersama istri meninjau sejumlah destinasi wisata unggulan di Nusa Penida, di antaranya Pantai Kelingking, Broken Beach (Pasih Uug) di Desa Bunga Mekar, serta Crystal Bay dan fasilitas SWRO Penida di Desa Sakti. Pada hari kedua, kunjungan dilanjutkan ke Pasar Mentigi, RSUD Gema Santi, SWRO Ceningan, serta Jembatan Kuning yang menghubungkan Lembongan dan Ceningan.
Dalam pemaparannya, Bupati Satria menyampaikan, Pemkab Klungkung mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar melalui dukungan Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dan Air Minum. Dia berharap kunjungan Wamendagri dapat menghadirkan dukungan konkret dari pemerintah pusat, mengingat Nusa Penida merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dengan tantangan geografis yang memerlukan perhatian khusus.
“Kami sangat berharap dukungan untuk perbaikan akses jalan induk menuju destinasi wisata di Nusa Penida. Selain itu, kebutuhan air bersih juga akan semakin meningkat seiring perkembangan sektor pariwisata,” ujarnya.
Wamendagri Bima Arya mengaku terkesan dengan keindahan alam Nusa Penida, yang dinilai memiliki potensi besar sebagai magnet wisatawan. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya ditunjang infrastruktur yang memadai. Dia berjanji akan membantu mendampingi Pemkab Klungkung untuk mencari sumber pendanaan alternatif dari berbagai opsi. “Ini harus cepat, agar momentum meningkatnya kunjungan wisatawan bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah,” ajaknya.
Dia menyebut Nusa Penida sebagai hidden paradise yang belum sepenuhnya mendapat sentuhan pembangunan optimal. Dia pun mendorong pematangan konsep Green Island Nusa Penida yang terintegrasi dengan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), agar arah pembangunan semakin terstruktur dan berkelanjutan. Soal penganggaran akan dilihat kembali, termasuk kemungkinan mengundang kementerian terkait untuk mendengarkan paparan soal ini.
Bima Arya berencana mengusulkan Nusa Penida kepada Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, agar dapat dipertimbangkan masuk dalam Program Destinasi Super Prioritas. Nanti pilih beberapa titik, dan bangun ekosistemnya secara menyeluruh, bukan hanya promosinya. “Kemendagri memiliki dana insentif fiskal sekitar Rp 5 triliun. Nanti akan kita lihat kemungkinan dukungannya, termasuk untuk penanganan kemiskinan dan stunting,” pungkasnya. baw kampungbet























