POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana pembelajaran secara daring bagi siswa. Opsi tersebut sebelumnya sempat dipertimbangkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi krisis energi akibat konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahrahga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, menyampaikan itu setelah menerima siaran pers dari Biro Komunikasi dan Persidangan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada Selasa (24/3/2026). Sesuai jadwal, siswa kembali sekolah setelah libur Lebaran 2026 pada Senin, 30 Maret 2026.
Ia menegaskan, Disdikpora Kota Denpasar masih mengacu pada kalender pendidikan Disdikpora Kota Denpasar. Termasuk menyiapkan pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kota Denpasar yang akan dibuka pada Kamis, 26 Maret 2026 dan akan berlangsung hingga Kamis, 2 April 2026.
Sementara itu, dalam siaran pers tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Mendikdasmen dan Menag.
Dia menekankan, di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Dengan demikian, penyelenggaraan proses pembelajaran diutamakan tetap berjalan secara luring bagi siswa.
‘’Pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini,’’ ujar Pratikno, dalam keterangan resminya, Selasa (24/3/2026).
Sebelumnya, Pratikno juga pernah menyebut rencana pemerintah untuk menggelar pembelajaran Hybrid yaitu gabungan daring dan luring. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi krisis energi atas Konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Menko PMK menegaskan, Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar dalam peningkatan kualitas SDM Indonesia, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Program-program seperti revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda menjadi program prioritas pemerintah.
“Kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” katanya. tra























