POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah pusat berencana menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) serta sistem pembelajaran daring di sekolah mulai April 2026. Langkah ekstrem ini diambil bukan karena alasan kesehatan seperti pandemi masa lalu, melainkan sebagai bagian dari strategi efisiensi energi nasional.
Dalam jadwal, siswa kembali sekolah setelah libur Lebaran 2026 pada Senin, 30 Maret 2026. Namun, pemerintah berencana mengembalikan skema pembelajaran daring dari rumah per April 2026.
Menanggapi rencana tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, mengatakan pihaknya masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Pihaknya masih belum mendapatkan informasi terkait kebijakan tersebut.
Saat ini, Disdikpora Kota Denpasar masih mengacu pada kalender pendidikan Disdikpora Kota Denpasar. Termasuk menyiapkan pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kota Denpasar yang akan dibuka pada Kamis, 26 Maret 2026 dan akan berlangsung hingga Kamis, 2 April 2026.
“Untuk saat ini memang belum ada informasi terkait rencana belajar daring mulai April 2026, jadi kami masih mengikuti kalender pendidikan yang ada,” ujarnya Selasa (24/3/2026).
Wiratama menjelaskan, hingga kini belum ada petunjuk teknis maupun skema rinci terkait penerapan kebijakan tersebut, khususnya di sektor pendidikan.
Kondisi itu membuat Disdikpora Denpasar belum dapat memastikan seperti apa bentuk implementasi pembelajaran daring yang akan diterapkan di daerah
Kendati demikian, sambung Wiratama, jika pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan sekolah daring, seluruh satuan pendidikan di Kota Denpasar sudah siap. Hal itu karena saat pandemi Covid-19 lalu, sekolah-sekolah sudah melakukan pembelajaran jarak jauh.
Ia juga mengakui bahwa pihaknya belum menerima gambaran awal atau kisi-kisi terkait skema WFA yang direncanakan pemerintah pusat. “Untuk teknisnya kita belum dapat. Jadi masih menunggu arahan lebih lanjut,” tambahnya.
Disdikpora Denpasar memastikan akan segera melakukan penyesuaian kebijakan begitu petunjuk resmi diterima, agar proses pendidikan tetap berjalan optimal tanpa mengganggu kualitas pembelajaran siswa. Pihaknya pun masih menunggu keputusan resmi terkait rencana pembelajaran jarak jauh tersebut. tra























