Belasan Sekolah di Denpasar Terendam Banjir, Siswa Belajar Daring

KONDISI SMPN 13 Denpasar terendam banjir, Selasa (24/2/2026). Akibat banjir, kegiatan belajar mengajar tatap muka dihentikan sementara hingga kondisi sekolah membaik. Kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan secara daring. Foto: ist
KONDISI SMPN 13 Denpasar terendam banjir, Selasa (24/2/2026). Akibat banjir, kegiatan belajar mengajar tatap muka dihentikan sementara hingga kondisi sekolah membaik. Kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan secara daring. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Denpasar, mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) di belasan sekolah, terutama di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Menurut data dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, sebanyak 13 sekolah dilaporkan terendam banjir.

Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, mengatakan bahwa sejauh ini tercatat 13 sekolah terendam banjir, 10 SD dan tiga SMP. ‘’Ke 13 sekolah yang terendam banjir itu berada di Kecamatan Denpasar Selatan dan Denpasar Barat,’’ ungkap Anak Agung Gede Wiratama, Selasa (24/2/2026).

Bacaan Lainnya

Tiga SMP yang terendam banjir yakni SMPN 6 Denpasar, SMPN 13 Denpasar, dan SMPN 16 Denpasar. Sementara 10 SD yang dilaporkan terendam banjir yakni SDN 13 Sesetan, SDN 2 Sesetan, SDN 23 Pemecutan, SDN 3 Sanur, SDN 4 Sanur, SDN 10 Dauh Puri, SDN 21 Dauh Puri, SDN 13 Dauh Puri, SDN 18 Sesetan, dan SDN 11 Padangsambian.

Akibat banjir, kegiatan belajar mengajar tatap muka dihentikan sementara hingga kondisi sekolah membaik. Kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan secara daring, mengingat kondisi sekolah yang tidak memungkinkan untuk kegiatan tatap muka.

Agung Wiratama menjelaskan, kebijakan ini diambil untuk melindungi siswa dan mencegah kegiatan tatap muka dalam kondisi yang tidak aman. Guru diinstruksikan untuk melaksanakan pembelajaran daring dan memantau aktivitas siswa selama proses pembelajaran.

Kebijakan pembelajaran daring akan tetap diberlakukan selama sekolah masih terendam banjir.  ‘’Pembelajaran akan terus dilakukan secara daring melalui WhatsApp Group (WAG) maupun platform pembelajaran daring lainnya yang telah digunakan oleh sekolah,’’ tegasnya.

Sekolah yang terdampak banjir, kata dia, memang tidak semuanya berdampak pada ruang kelas, namun ada pula yang tergenang bagian halaman atau akses jalannya.

Kabid Pembinaan SD Disdikpora Kota Denpasar, I Nyoman Suriawan, menambahkan, pihaknya juga menerima laporan sejumlah sekolah mengalami bocor dan plafon jebol. Di antaranya SDN 10 Pemecutan, SDN 9 Pedungan, SDN 7 Sumerta, SDN 9 Kesiman, SDN 2 Dangin Puri, SDN 10 Peguyangan, SDN 5 Padangsambian, SDN 3 Padangsambian, dan SDN 1 Padangsambian. ‘’Sekolah yang melaporkan plafon jebol dan bocor, masih bisa melaksanakan PBM di sekolah. Hanya saja, kami sudah ingatkan untuk selalu memperhatikan keselamatan warga sekolah,’’ ujar Suriawan.  

Salah satu sekolah di Denpasar yang menjadi langganan banjir adalah SMPN 13 Denpasar. Sekolah ini kembali terendam banjir, Selasa (24/2/2026). Air tidak hanya menggenangi halaman sekolah, namun juga masuk ke ruang kelas dan ruang guru di lantai satu. Akibatnya, seluruh siswa terpaksa mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah.

Kepala SMPN 13 Denpasar, Ni Made Sukarini, membenarkan siswa belajar di rumah karena kondisi lingkungan sekolah terendam air setinggi lutut orang dewasa. Menurut Sukarini, kondisi ini tidak sekadar disebabkan karena hujan dengan intensitas lama.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Padangsambian Klod, Denpasar Barat itu berada di lahan yang rendah dari permukaan jalan, dan masuknya air sungai yang berada di sisi timur sekolah lewat celah pondasi tembok penyengker sekolah.

“Ada sembilan ruangan yang digenangi oleh banjir, termasuk dua ruangan guru, dan tujuh ruang kelas. Kalau lantai 2 dan 3 aman, hanya saja ada plafon di lantai 3 yang jebol,’’ kata Sukarini

Lebih lanjut Sukarini menjelaskan lokasi sekolahnya memang berada di daerah yang agak rendah sehingga cukup sering terdampak banjir. Sehingga apabila curah hujan tinggi maka sekolah akan tergenang banjir. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses