Wujudkan Perubahan Kota Denpasar, Amerta Lakukan Digitalisasi Cegah Kebocoran PAD

  • Whatsapp
PASLON Amerta didampingi Bakti Pertiwi Jati melakukan penghijauan dengan menanam pohon mundeh di bekas Taman Festival Padanggalak, Selasa (10/11/2020). Foto: alt
PASLON Amerta didampingi Bakti Pertiwi Jati melakukan penghijauan dengan menanam pohon mundeh di bekas Taman Festival Padanggalak, Selasa (10/11/2020). Foto: alt

DENPASAR – Visi misi dan program pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar  nomor urut 2, I Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertha Negara (Amerta) dalam melakukan perubahan, yakni membangun Kota Denpasar yang Berseri (Bersih, Sejahtera, dan Indah) berlandaskan falsafah Tri Hita Karana.

Visi ini ditunjang dua misi utama.  Pertama, mewujudkan masyarakat Kota Denpasar yang berbudaya, adil, inovatif, dan sejahtera. Kedua, mewujudkan Kota Denpasar sebagai salah satu smart city berdaya saing di Indonesia. 

Bacaan Lainnya

“Paslon Amerta berlatar belakang pengusaha, tentu tidak ingin birokrasi yang lama, rumit dan berbelit-belit. Jadi visi misinya sangat praktis, realisitis, dan sederhana, sehingga sangat mudah untuk direalisasikan,” kata Ketua Tim Pemenangan Paslon Amerta, Wayan Mariana Wandhira. 

Ia pun yakin, banyak yang akan mendukung paslon Amerta setelah melihat pergerekan menyerap aspirasi masyarakat untuk mewujudkan Denpasar Berseri, smart city, berbudaya dan berdaya saing. “Amerta turun langsung ke berbagai objek, seperti ke pasar-pasar tradisional, pertanian, nelayan, hingga TPA Suwung,” ujarnya.

Lanjut dia, kehadiran paslon Amerta ada di tengah-tengah masyarakat bukan sekadar hadir. Tetapi menjadi solusi permasalahan dan perubahan untuk Kota Denpasar. Karena sampai saat ini, ia lihat Kota Denpasar tidak ada perubahan hanya segitu-gitu saja. Kondisinya nyaris seperti kabupaten lain padahal Kota Denpasar merupakan kota metropolitan dan bahkan berancang megapolitan. Mestinya Kota Denpasar lebih baik dari kabupaten lain. 

Baca juga :  Wabah Corona, Stok Darah di Klungkung Menipis

‘’Jalan-jalan masih banyak yang rusak, dan kurang mendapatkan penangan serius dari pemerintah. Kita masih terus berkutat dengan persoalan klasik seperti sampah. Betul-betul Denpasar perlu perubahan, pemimpinnya adalah paslon Amerta yang akan mengubah semua itu,’’ ujar Wandira yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar. 

Wandhira juga menyampaikan program visi misi paslon Amerta dalam bidang kesehatan yaitu bagi pekerja nonformal akan ditanggung pemerintah. Sektor pendidikan juga menjadi perhatian serius. ‘’Jika menang, tidak ada lagi dikotomi sekolah negeri dan swasta. Sekolah swasta akan disubsidi sehingga setara kualitasnya dengan sekolah negeri,’’ imbuhnya.

Pun demikian dalam pertanian, hasil panen petani dipermainkan oleh tengkulak. Pertanian akan dibuat menjadi setara dengan pekerjaan yang lain. ‘’Pertanian akan dijadikan pioneer pembangunan di Kota Denpasar. Persoalan pemasaran sudah disiapkan strategi oleh Amerta,’’ kata politisi asal Sanur tersebut.

Untuk pariwisata budaya, paslon Amerta akan berikan bantuan Rp30 juta per tahun untuk prajuru banjar adat, Rp25 juta per tahun bagi seka teruna, Rp5 juta per tahun untuk PKK dan dadia Rp 5 juta. Itupun nantinya tidak serta Merta akan membedakan umat lain. Karena sama, satu bangsa, satu Tanah Air dan satu NKRI.

Lanjut dia, dananya akan dicarikan dengan meningkatkan 30 persen dari PAD. Selain itu kebocoran-kebocoran yang ada akan diminimais termasuk pendapatan pasar desa adat yang masih minim masuk ke kas daerah. ‘’Inilah yang akan dikembalikan kedalam program visi-misi paslon Amerta. Semua itu akan terealisasi, dan tidak ada alasan tidak merealisasikan. Karena desa adat adalah napas dan kekuatan Bali yang harus dikuatkan,’’ tambahnya.

Baca juga :  Bupati Artha Perintahkan Posko Covid-19 Siaga

Sementara itu, Ngurah Ambara didampingi Bagus Kertha Negara (Sting) mengatakan bahwa dari sampel tahun 2019, tax ratio pendapatan daerah Denpasar hanya 4 persen atau berbanding Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kalah dengan tax ratio Kabupaten Gianyar 7 persen.

“Pendapatan Asli Daerah Denpasar 2019 sekitar Rp960 miliar dari penduduk 960 ribuan, sedangkan pendapatan Daerah Gianyar juga hampir sama Rp1,3 triliun dari jumlah penduduk 560 ribu jiwa. Jelas Gianyar lebih baik produktivitas pendapatannya dari Denpasar,” sebut Ngurah Ambara.

Lanjut dia, seharusnya Denpasar bisa lebih optimal dalam meningkatkan PAD, sehingga pembangunan bisa digencarkan. “Untuk itu, kami akan bekerja fokkus dan terarah dalam meningkatkan PAD, sehingga program yang kami rancang dapat terealisasi. Namun jika tidak terealisasi dalam jangka waktu dua tahun, maka kami siap mundur,” tandasnya, seraya mengatakan, pihaknya akan melakukan digitalisasi dan sangat transparansi dalam sistem penerimaan pendapatan.

Dalam kesempatan tersebut, Sting mengambil contoh kecil dalam mendongkrak PAD Kota Denpasar. Yakni dari sektor pasar tradisional. Di mana dari hasil blusukan yang dilakukan, diketahui salah satu pasar di Panjer, pendapatannya per tahun mencapai Rp600 juta. Dan itupun dikelola secara manual oleh desa adat.

Nah di Denpasar itu terdapat 16 pasar yang dikelola oleh Pemkot. Namun pendapatannya hanya Rp300 juta per tahun. Ini hanya contoh kecil saja, bagaimana dengan yang lain? Untuk itulah kami akan melakukan digitalisasi untuk mencegah adanya kebocoran,” pungkasnya. alt/adv

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.