”We Love Bali Movement”

  • Whatsapp

DENPASAR – Bali kini memiliki branding baru “We Love Bali Movement” yang merupakan sebuah gerakan dari seluruh elemen masyarakat secara sakala niskala sebagai wujud rasa cinta dan terima kasih atas anugerah alam, manusia, dan budaya Bali yang telah memberi manfaat bagi umat manusia.

Branding ini menggambarkan Pulau Bali dengan Meru tumpang 11, penari baris dan cakupan sepasang tangan berikut warna tridatu, merah, hitam dan putih. Di mana masing-masing gambaran tersebut memiliki arti tersendiri.

Bacaan Lainnya

Mulai dari Pulau Bali sebagai representasi Alam Bali, meskipun kecil tetapi mempunyai bentang sejarah dan peradaban yang lengkap dan panjang, serta pulau yang dikenal dengan berbagai julukan seperti Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura, Pulau Sorga Terakhir, dan berbagai julukan lainnya. Terdiri dari Pulau Bali, dan beberapa nusa-nusa kecil.

Meru, dalam Lontar Andha Bhuwana ada dinyatakan bahwa meru itu sebagai lambang alam semesta (Merungaran pratiwimba Andha Bhuwana). Dalam lontar yang sama juga dinyatakan sebagai berikut; Pawangunan pelinggih makadi meru muang candi, juga pratiwimba saking pengelukunan wijaksara dasaksara mewastu manunggal dadi Om.

Artinya: Bangunan suci (pelinggih) terutama meru dan candi juga simbol dari pemutaran huruf suci wijaksara dasaksara menunggal menjadi Om.

Baca juga :  Sah! Tarif Rapid Tes Mandiri Rp 150 Ribu

Meru beratap 11 adalah lambang dari 11 huruf suci — 10 huruf suci + huruf suci Omkara sebagai lambang Eka Dasa Dewata. Meru Tumpang Solas (Bertingkat Sebelas) di dalam lontar wiraga winasa sari menyebutkan Sthana yang diguanakan untuk memuja Dewa Siwa Lingga sedangkan berdasarkan lontar atmaprasanga disebutkan sebagai Istana Panca Dewata.

Tari Baris sebagai lambang bahwa pembangunan itu bergerak dinamis. Tari baris dapat dicirikan dari busana yang digunakan penarinya. Para penari, yang semuanya pria, menggunakan mahkota berbentuk segi tiga dihiasi kulit kerang yang berjajar vertikal di bagian atasnya.

Gerak-gerak dalam tari baris menceritakan ketangguhan para prajurit Bali di masa lalu. Kedua pundak penari diangkat hingga hampir setinggi telinga. Kedua lengan yang nyaris selalu pada posisi horizontal dengan gerak yang tegas.

Gerak khas lainnya yang ada pada tari baris adalah selendet atau gerak delik mata penari yang senantiasa berubah-ubah. Gerak ini menggambarkan sifat para prajurit yang senantiasa awas terhadap situasi di sekitarnya.

Manusia adalah manusia religius yang setiap gerak kehidupan adalah bakti dan persembahan kepada Hyang Widhi Wasa secara tulus dan ikhlas, begitu juga halnya membangun bagi manusia Bali adalah untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik berdasarkan nilai kearifan lokal dan keagamaan.

Garis warna Merah, Putih dan Hitam merupakan warna Tridatu yang melambangkan keberanian, kepatutan, dan kemakmuran. (Sukham Bhawantu, Purnam Bhawantu, Sakino Bhawantu). (019)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.