Waduh! Bali Tambah 182 Orang Positif Covid-19 dalam Dua Hari Beruntun

  • Whatsapp

DENPASAR – Kasus aktif atau pasien dalam perawatan karena covid-19 di Bali sempat turun drastis hingga di angka 555 orang (4,50%) pada Selasa (10/11/2020). Namun pada Kamis (12/11/2020) kembali meningkat cukup tajam menjadi 622 orang (4,97%), menyusul lonjakan kasus positif baru dalam dua hari beruntun hingga mencapai 182 orang.

Seperti pada Rabu (11/11/2020), kasus positif baru melonjak 93 orang atau 40 orang lebih banyak dari pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 53 orang. Pun pada Kamis (12/11/2020), tambahan terkonfirmasi positif juga kembali lebih dominan yakni sebanyak 89 orang melalui transmisi lokal, sedangkan pasien sembuh hanya 61 orang.

Bacaan Lainnya

Tentu ini menjadi kabar kurang sedap bagi masyarakat Bali yang mendamba pandemi segera berakhir, sekaligus roda perekonomian kembali bisa menggeliat. Tetapi berhasil tidaknya menekan laju penularan virus mematikan tersebut, kembali kuncinya ada di masyarakat, terutama dalam hal mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang sudah ditentukan pemerintah.

Apalagi dalam kegiatan keagamaan belakangan ini, tampak makin marak berlangsung di sejumlah daerah di Bali, yang menimbulkan kerumunan banyak orang. Menurut sejumlah sumber, tajen (judi sabung ayam) juga tak terbendung. Celakanya lagi, masyarakat terkesan mengabaikan Surat Edaran (SE) MDA dan PHDI serta Pergub Bali.

Baca juga :  Pelarian DPO Narkoba Polda NTB Berakhir, Ditangkap di Buleleng saat Razia Kendaraan

Seperti lonjakan tambahan kasus positif di Kabupaten Gianyar dalam dua hari ini, berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi surveilans pada 11 November 2020, diduga puluhan warga yang terpapar corona karena klaster keagamaan di Banjar Tebongkang, Desa Singakerta, Ubud.

Hal ini juga diamini Sekda Gianyar yang juga Ketua Harian Satgas Covid-19 Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya, Kamis (12/11/2020) yang membenarkan adanya puluhan warga Banjar Tebongkang positif Covid-19. Penularan itu, karena klaster acara pernikahan dan pemakaman jenazah.

Menyikapi kasus ini, Sekda Wisnu mengimbau seluruh masyarakat Gianyar agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti protokol kesehatan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar berpedoman pada Pergub serta edaran MDA dan PHDI dalam melaksanakan kegiatan keagamaan.

Kejadian di Tebongkang itu, membuat Gianyar menjadi penyumbang harian kasus terkonfirmasi positif terbanyak di Bali bersama Kota Denpasar masing-masing 26 orang, Kamis (12/11/2020). Disusul Badung (15), Tabanan (9), Jembrana (4), Buleleng (4), Klungkung (3) dan Karangasem 1 orang. Hal ini juga menempatkan Gianyar memiliki kasus aktif terbayak yakni 180 orang, disusul Denpasar (155 orang) dan Badung 103 orang.

”Dengan demikian, secara kumulatif sampai hari ini, kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 12.519 orang (12.488 WNI dan 31 WNA) yang didominasi transmisi lokal sebanyak 12.117 kasus,” Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Kamis (12/11/2020).

Baca juga :  Jelang Penerapan PKM, Denpasar Mulai Lakukan Pengetatan Wilayah

Sementara 61 pasien sembuh di Bali dengan rincian, Kabupaten Badung terbanyak 22 orang, disusul Denpasar (18), Gianyar (7), Buleleng (4), Tabanan dan Klugkung masing-masing 3 orang, Bangli dan Jembrana masing-masing 2 orang. Total pasien sembuh di Bali kini berjumlah 11.494 orang (91,81%), padahal sempat tembus 92,24% pada Selasa (10/11/2020).

Made Rentin juga menyampaikan kabar duka di hari yang sama, dimana ada tambahan satu pasien meninggal dunia yang merupakan warga Tabanan. Total kasus meninggal akibat covid-19 di Bali kini berjumlah 403 orang (3,22%) dengan rincian 400 WNI dan 3 WNA.

”Kini kasus aktif (pasien dalam perawatan) di Bali berjumlah 622 orang (4,97%) yang dirawat di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering,” jelas Made Rentin.

Menyikapi lonjakan kasus positif dalam dua hari terakhir, Made Rentin langsung meminta masyarakat Bali agar tetap waspada dan disiplin mematuhi protokol kesehatan. ”Tetaplah waspada dan patuhi protokol kesehatan dimanapun kita berada. Covid-19 musuh tak kasat mata, mengincar tiap momen kelengahan kita,” ujarnya.

Ditambahkan, sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan. Besaran denda yang diterapkan sebesar Rp100.000 bagi pelanggar perorangan dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha serta tempat fasilitas umum lainnya.

Baca juga :  Dandim Tabanan Tegaskan Netralitas TNI dalam Pilkada

Rentin juga kembali mengingatkan pesan ibu “terapkan 3M” yakni memakai masker kapanpun & dimanapun terutama saat berada ditengah keramaian dan sedang mengobrol (berbicara) dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap saat karena aliran air sabun sangat efektif melarutkan virus dan kuman di kulit, serta ingatlah selalu untuk menjaga jarak dengan orang lain.

Ditegaskan Rentin, bahwa pengendalian dan pencegahan covid-19 merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. ”Untuk itu, mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada,” tandasnya.

Menurutnya, pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar. ”Mari kita dukung upaya pemerintah, dengan penuh disiplin melaksanakan protokol kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini,” ajak Made Rentin. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.