Usai Melahirkan, Warga Desa Abang Positif Covid-19, Termasuk KK Miskin, Perbekel Ketuk Hati Donatur

  • Whatsapp
PERBEKEL Abang, I Nyoman Sutirtayana, bersama tim Puskesmas Abang 1 melakukan pelacakan, Kamis (19/11/2020), setelah salah satu warganya, Ni Ketut Sari Yuni (35) dinyatakan positif Covid-19 sehari usai melahirkan. Foto: ist
PERBEKEL Abang, I Nyoman Sutirtayana, bersama tim Puskesmas Abang 1 melakukan pelacakan, Kamis (19/11/2020), setelah salah satu warganya, Ni Ketut Sari Yuni (35) dinyatakan positif Covid-19 sehari usai melahirkan. Foto: ist

KARANGASEM – Dewi Fortuna seakan menjauh dari Ni Ketut Sari Yuni (35). Sehari usai melahirkan, warga Desa Abang, Karangasem itu dinyatakan positif Covid-19, dan harus berpisah sementara dengan bayinya yang baru berumur lima hari. Sari harus menunggu hingga 14 hari untuk bisa memeluk buah hatinya, itu juga kalau dia bebas Covid-19 setelah tes selanjutnya. 

Perbekel Abang, I Nyoman Sutirtayana, bersama tim Puskesmas Abang 1 melakukan pelacakan, Kamis (19/11/2020). Made Sujana, suami Sari, menerangkan istrinya sempat menjalani tes cepat (rapid test) saat hendak operasi cesar di RS swasta di Karangasem pada 12 November lalu. Hasilnya, Sari dinyatakan reaktif, dan dilanjutkan dengan tes usap.

Bacaan Lainnya

Hasil tes usap pertama tanggal 14 November, Sari negatif Covid-19, sehingga operasi cesar dijalankan pada hari yang sama dengan lahir bayi laki-laki sehat dan normal. Namun, hasil tes usap kedua pada 16 November ternyata positif Covid-19. Sari pun sempat syok mendengar kabar itu. “Ketika ditelepon bahwa saya positif, saya terkejut dan panik memikirkan nasib anak saya,” kata Sari. 

Konsekuensi positif Covid-19, Sari harus diisolasi. Mau tidak mau Perbekel Abang bersama tim puskesmas menyarankan ia sekeluarga tidak ke mana mana dulu. Suami, mertua, dan si bayi disarankan untuk tes usap di Puskesmas Abang 1 untuk memastikan terpapar virus atau tidak. Perbekel Sutirtayana selaku Ketua Satgas Covid-19 Desa Abang akan mengusulkan bantuan sembako untuk keluarga yang diisolasi tersebut ke Dinas Sosial. “Astungkara besok dikirim dari Dinas Sosial,” ucapnya. 

Baca juga :  Jualan di Atas Trotoar, Satpol PP Denpasar Tertibkan Belasan PKL

Perbekel merasa prihatin dengan kondisi keluarga yang termasuk kategori warga tidak mampu itu. Sujana sebagai kepala keluarga hanya bekerja sebagai buruh lepas, dan kini tak bisa bekerja karena harus diisolasi selama 14 hari. Sutirtayana juga mengupayakan bantuan untuk bayinya yang sekarang hanya bergantung dengan susu formula.

“Kami akan bantu semaksimal mungkin. Tapi jika ada donatur yang sedia membantu, akan sangat bersyukur bagi kelangsungan hidup si bayi,” harap Sutirtayana mengetuk hati donatur.

Dari kasus ini, di Desa Abang sekarang ada sembilan kasus dengan tujuh orang sehat, satu orang meninggal, satu dikarantina mandiri. “Kami selaku aparat desa berharap semoga warga tetap menjalankan protokol kesehatan agar terhindar dari virus Corona. Semoga warga makin disiplin, sehingga tidak ada lagi yang positif Covid- 19,” pesannya. 017

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.