Upacara Meajar-ajar di Besakih, Pemerintah Imbau Tetap Prokes

  • Whatsapp
KOORDINASI antarainstansi terkait di Pura Dalem Puri Besakih, Rendang, Karangasem,Selasa (14/9), menyikapi adanya kerumunan saat upacara maajar-ajar. Foto: ist
KOORDINASI antarainstansi terkait di Pura Dalem Puri Besakih, Rendang, Karangasem,Selasa (14/9), menyikapi adanya kerumunan saat upacara maajar-ajar. Foto: ist

KARANGASEM – Adanya video kerumunan saat upacara meajar-ajar di Pura Dalem Puri Besakih, Karangasem, Selasa (14/9/2021) memantik reaksi dari pemerintah. Di areal jaba Pura Dalem Puri Besakih, dilangsungkan rapat koordinasi antara instansi terkait.

Kapolres Karangasem, AKBP Ricko Taruna, pada kesempatan tersebut menyampaikan, saat pelaksanaan persembahyangan ke depan agar tetap memperhatikan prokes. Untuk kegiatan persembahyangan meajar-ajar di Pura Dalem Puri Besakih, maksimal yang masuk 30 orang yang membawa puspa/banten. “Mulai besok (hari ini) dari Polsek, Koramil, pecalang, kecamatan dan Desa Adat agar dilibatkan untuk pengamanan. Yang masuk ke dalam Puri Besakih HP-nya agar dicek betul untuk tidak mengunggah dan memviralkan ke medsos. Sesegera mungkin menindak lanjuti apa yang menjadi penekanan dan arahan dari Kapolda Bali,” sebutnya.

Bacaan Lainnya

Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, juga mengatakan hal senada dengan apa yang disampaikan Kapolres. Dia berujar sepakat untuk melibatkan pengamanan dari berbagai di Pura Dalem Puri Besakih. Adapun pura di Bali yang ramai untuk persembahyangan meajar-ajar yaitu Pura Goa Lawah dan Dalem Puri Besakih. 

“Nanti yang masuk ke Pura Dalem Puri Besakih hanya yang bawa penuntunan, diatur sebanyak 30 orang. Yang tidak bawa puspa agar sembahyang dari jaba atau luar areal pura,” ujarnya.

Baca juga :  Terseret Ombak, Pemancing Asal Rendang Ditemukan Tewas Terapung

Artha Dipa juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kapolda Bali ke Dalem Puri Besakih. Karena masih diberlakukan PPKM level 3, prokes ketat akan diterapkan guna mencegah penyebaran Covid 19 di Karangasem. 

Kapolda Bali, Irjen Putu Jayan Danu, berkata kedatangannya ke Pura Dalem Puri Besakih untuk koordinasi dengan Gubernur terkait adanya video yang viral pada saat persembahyangan meajar-ajar pada hari Minggu (12/9/2021). Kepada Bendesa Adat Besakih, dia minta agar mengatur pelaksanaan persembahyangan.

Bendesa Adat Besakih, Jero Mangku Widhiarta, sangat mengapresisai kehadiran Kapolda serta mohon maaf atas kejadian tersebut. Widiartha menuturkan, selama ini Satgas Desa Adat dan Satgas Desa sudah berjalan dengan baik. Terkait viralnya video, dia mendaku saat itu dalam keadaan hujan lebat. Juga tidak ada koordinasi dari pamedek, dan Desa Adat Besakih sudah menugaskan 25 pecalang setiap hari di seluruh areal Pura Besakih. 

“Terkait edukasi, selama ini di Desa Adat Besakih sudah terlaksana dengan baik, sudah membuatuger-uger atau aturan terkait antisipasi terhadap Covid-19. Nanti akan berkoordinasi serta bersinergi dengan petugas lain guna antisipasi tidak terjadinya kejadian yang sama,” pungkasnya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.