TBC Tak Kunjung Sembuh, Ardana Gantung Diri, Tinggalkan Surat Wasiat

SURAT yang ditinggalkan Pande Made Oka Ardana (60), warga Banjar Peteluan, Desa Temesi, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, yang ditemukan tewas gantung diri. Foto: ist

GIANYAR – Pande Made Oka Ardana (60), warga Banjar Peteluan, Desa Temesi, Kecamatan/Kabupaten Gianyar tewas gantung diri. Pria tersebut tergantung di rangka plafon dapur, ditemukan oleh menantunya, Luh Putu Suniti (30), Selasa (12/4/2022) sekitar pukul 07.30 Wita.

Berdasarkan informasi di lapangan, sekitar pukul 06.30 Wita Suniti ke kamar Ardana untuk memberi makan bubur. Sembari mengetuk pintu kamar, dia juga memanggil mertuanya. Namun, dia kesulitan ketika hendak membuka pintu, dan tidak ada respons dari dalam kamar.

Bacaan Lainnya

Dia kemudian memilih menghaturkan sesajen, setelah itu mebanten di dapur yang berada di timur rumah. Sesampai di depan dapur, Suniti kaget karena dari jendela terlihat mertuanya dalam kondisi tergantung di rangka plapon dapur.

Dia lari mencari I Nyoman Sadra (51) yang berada di warung depan rumah, dan selanjutnya Sadra memanggil tetangga untuk membantu menurunkan Ardana kemudian dibawa ke kamar.

Kapolsek Gianyar, Kompol I Gede Putu Putra Astawa, mengatakan, begitu menerima informasi warga gantung diri, dia berkoordinasi dengan petugas Puskesmas Gianyar untuk mendatangi TKP. Polisi minta keterangan sejumlah saksi, dan petugas Puskesmas Gianyar 1 melakukan pemeriksaan tubuh mayat.

Baca juga :  Puncak Peringatan HUT Ke-75 PGRI dan HGN, Wali Kota Rai Mantra Dianugerahi Penghargaan Dwija Praja Nugraha

Dia menguraikan, Ardana tergantung di rangka plafon dapur menggunakan kain selendang warna hijau. Di bawah terdapat satu kursi plastik hijau. Ditemukan satu tangga besi dan sepasang sandal milik Ardana, juga obat-obatan.

Di kamar Ardana terdapat selembar kertas surat wasiat bertuliskan “Tabungan 20 juta di Pak Yan Bancis buat ngelanjutkan piasan, belum bayar lagi Rp10 juta. Deposito Rp 60 juta buat Devan”.

Hasil pemeriksaan luar, dokter Puskesmas 1 Gianyar, dr. Ida Ayu Ratna, menyebut Ardana diperkirakan meninggal enam jam sebelum ditemukan. “Tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan yang dilakukan orang lain,” terangnya.

Keterangan dari pihak keluarga, Ardana kemungkinan besar gantung diri karena mengalami sakit TBC yang tidak kunjung sembuh. Selama ini dia berobat di RS. Family Husada Gianyar. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.