Tangkapan Ikan Nelayan Kedonganan Merosot, Andalkan Suplai Ikan dari Luar Bali

  • Whatsapp
PARA pedagang saat melayani pembeli ikan di Pasar Ikan Kedonganan. Foto: ist
PARA pedagang saat melayani pembeli ikan di Pasar Ikan Kedonganan. Foto: ist

MANGUPURA – Tangkapan ikan nelayan Kedonganan merosot menyusul mulai munculnya musim angin barat. Kondisi itu berpengaruh terhadap operasional Pasar Ikan Desa Adat Kedonganan yang  mulai menggeliat penjualannya.

Menyikapi kondisi itu, manajemen pengelola Pasar Ikan Desa Adat Kedonganan mengandalkan suplai ikan dari luar Bali. Ini dilakukan agar suplai ikan tetap terjaga untuk memenuhi permintaan pelanggan, sehingga operasional pasar tak mengalami kendala.

Bacaan Lainnya

‘’Sekarang permintaan ikan dari konsumen memang meningkat. Tapi hasil tangkapan menurun. Jadi saat ini mayoritas suplai ikan kita andalkan dari suplai luar,’’ kata Pengelola Pasar Ikan Kedonganan, I Wayan Suerta.

Menurut pria yang akrab disapa Tenja ini, kondisi paceklik ikan tangkapan dari laut itu biasanya berlangsung hingga enam bulan ke depan, yaitu sampai Maret atau April 2022. Dimana puncak paceklik ikan tangkapan itu biasanya terjadi Desember hingga Februari, berbarengan puncak sampah kiriman. ‘’Setelah upacara Cap Gomeh lewat, baru para nelayan kembali melaut,’’ sebutnya.

Karena itu, saat ini pihaknya mengandalkan 50 persen suplai ikan dari luar. Sedangkan 50 persen lagi beradal dari tangkapan nelayan yang masih melaut, namun jumlahnya berkurang karena mereka banyak melakukan efisiensi.

Baca juga :  Hamzi Hamzar Desak KLU Miliki Kodim

Jika situasinya normal, kata dia, suplai ikan tangkapan dari laut sekitar 80 persen dan 20 persen suplai dari luar. Bahkan ikan hasil tangkapan itu bisa dikirim ke luar hingga menembus ekspor. Saat ini permintaan ikan di pasar Kedonganan mencapai 2-3 ton per hari. Kondisi itu meningkat dibandingkan saat PPKM Level 4 yang hanya mencapai 1 ton ikan per hari. Sedangkan jika saat kondisi normal, konsumsi ikan di pasar mencapai 5-10 ton per hari. ‘’Konsumsi ikan dipengaruhi operasional kafe ikan bakar di Kedonganan, yang banyak menyerap ikan dari pasar,’’ ujarnya.

Dari 24 kafe di Kedonganan, saat ini sembilan kafe yang baru beroperasi kembali. Jumlah pedagang yang sudah beroperasi baru 80 persen, dari total 200-an pedagang. Sebelunya hanya 50 persen sesuai dengan imbauan pemerintah. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.