Tangkal Virus Corona, Sekolah di Denpasar Galakkan PHBS dan CTPS

  • Whatsapp
WARGA sekolah menggalakkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan dan cuci tangan pakai sabun (CTPS). Foto: putra sasmitha
WARGA sekolah menggalakkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan dan cuci tangan pakai sabun (CTPS). Foto: putra sasmitha

DENPASAR – Sekolah di Kota Denpasar merespon cepat instruksi Walikota untuk menyosialisasikan kepada siswa-siswanya di sekolah agar mengggalakkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan dan cuci tangan pakai sabun (CTPS), sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi merebaknya virus Covid-19 atau yang dikenal dengan virus Corona. Para warga sekolah, mulai dari siswa, guru dan pegawai diwajibkan melakukan cuci tangan pakai sabun sebelum atau sesudah aktivitas di lingkungan sekolah.

“Astungkara di sekolah kami selama ini telah membiasakan para siswa, guru dan pegawai menerapkan PHBS, seperti cuci tangan dengan sabun, buang sampah pada tempatnya, pilah sampah,” jelas Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi., di sela-sela kunjungan pemantauan pemantapan UN oleh Kadisdikpora Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gunawan, Senin (9/3/2020).

Bacaan Lainnya

Hal yang sama juga telah diterapkan di SMP Dwijendra Denpasar dan SMP Saraswati Denpasar, SMP PGRI 3 Denpasar, termasuk sekolah lain di Denpasar. Bahkan sebelum ada kasus virus Corona para warga sekolah sudah dibiasakan untuk berperilaku PHBS dan CTPS.

Kepala SMP PGRI 3 Denpasar, Dr. Drs. Made Suada, MM., M.Si., menyampaikan, sebagai sekolah sehat tingkat Provinsi Bali, sekolahnya telah membiasakan untuk berperilaku PHBS, termasuk untuk melakukan cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah beraktivitas diluar kelas  “Yang jelas, apapun isunya, corona dan lainnya, kami sudah membiasakan dan menerapkan PHBS pada anak-anak,” papar Made Suada.

Baca juga :  Satgas Lingkungan dan Banjar Adat Alas Arum Bantu Sembako 25 KK Yang Diisolasi

Kadisdikpora Wayan Gunawan mengatakan, seluruh sekolah di Denpasar telah melakukan mitigasi Covid-19. Menurut Gunawan, mitigasi antisipasi virus Corona tersebut menggunakan tiga alat, yakni alat pendeteksi suhu tubuh, penyemprotan disenfektan dan washtafel untuk mencuci tangan setiap jam istirahat. Khusus alat deteksi suhu tubuh, dilakukan untuk mengantisipasi adanya peningkatan suhu tubuh siswa maupun warga sekolah lainnya sebelum masuk kelas atau memulai aktivitas di sekolah.

Ia mengatakan, jika terdeteksi suhu tubuh yang tidak seperti biasanya atau naik, maka segera dikontal call center 112. Dari call center 112 selanjutkan akan kontak petugas Damakesmas, dan selanjutkan petugas datang untuk melakukan proses sesuai prosedur.

Selain deteksi suhu tubuh warga sekolah, kata Gunawan, sekolah di Denpasar sudah melakukan penyemprotan disinfektan di ruangan kelas. Penyemprotan ini untuk mensterelisasi ruangan kelas sebelum ditempati siswa dan guru untuk proses belajar mengajar. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.