Spiga International Program: Program Lintas Negara Kembangkan Wawasan Siswa

  • Whatsapp
SMP PGRI 3 Denpasar menyelenggarakan kegiatan virtual discussion dengan sekolah Shibu-Shibu di Jepang, Kamis (25/11/2021).Topik diskusi kami tentang budaya dan aktivitas pelajar antar negara. Foto: ist

DENPASAR – Meski pandemi membatasi aktivitas fisik para pelajar, sebaliknya pintu gerbang akses informasi dan komunikasi semakin terbuka lebar. Dalam menambah pengetahuan peserta didik, poin informasi menjadi salah satu instrumen penting di dunia pendidikan.

Ada banyak cara dalam menjangkaunya, salah satu di antaranya melalui program pertukaran informasi. Hal itu pun sukses dilaksanakan SMP PGRI 3 Denpasar pada Kamis (25/11/2021), yang dibuka dengan pemutaran video pengenalan Kota Tokyo dan Tari Margapati yang dipersembahkan oleh masing-masing sekolah.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program unggulan SMP PGRI 3 Denpasar yang disebut sebagai Spiga International Program (SIP). Program ini lahir dengan maksud menjadi wadah pertukaran informasi antar pelajar SMP PGRI 3 Denpasar dengan sekolah korespondensi dari lintas negara.

Selain itu, dengan melalui SIP, para siswa dapat saling berbagi informasi seputar aktivitas dan sistem belajar. Tak melulu membicarakan persoalan akademik, di sini para siswa dapat mengenal kebudayaan, hobi, dan minat satu sama lain. Sehingga, secara tidak langsung para siswa telah menjalin relasi baru dari kegiatan korespondensi ini.

Seperti kisah dari salah satu peserta kegiatan SIP, yaitu Putu Dheva Yudhiva. Dheva mengaku melalui Spiga International Program kini dirinya memiliki dua kawan baru dari Jepang, namanya Ruko dan Yuko, dua siswa Shibuya Kyoiku Gakuen.

Baca juga :  Bagikan 200 Bungkus Nasi Jinggo, SMP PGRI 9 Denpasar Bantu UMKM dan Warga yang Membutuhkan

Selama satu jam, mereka bertiga menghabiskan waktu untuk saling bertukar cerita. Mulai dari mengobrol tentang musik, makanan, film, hingga anime Jepang favorit. Tak lupa juga, mereka bertukar sosial media untuk tetap saling terhubung meskipun terpaut jarak yang jauh.

Menurut siswa kelahiran Singaraja tersebut, program internasional yang digagas oleh sekolahnya menjadi ruang untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan berbahasa lnggris. Terlebih lagi, berkat adanya program ini Dheva merasa lebih percaya diri dalam berbahasa asing.

“Saya juga mendapatkan pengalaman baru dengan bertemu orang Jepang. Walaupun secara virtual, kegiatan ini sungguh sungguh menjadi pengalaman yg luar biasa tentunya dan tidak bakal saya lupakan kenangan seindah ini,” ungkap Dheva Yudhiva.

Di lain sisi, Diah Ayu, siswa SMP PGRI 3 Denpasar lainnya juga turut merasakan manfaat yang serupa. Baginya, kegiatan yang diselenggarakan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting itu, menjadi momen pertama dalam hidupnya dapat berbincang dengan orang Jepang. “Saya berharap dapat mengikuti program seperti ini lagi,” harap Diah Ayu.

Para orang tua siswa pun nyatanya juga merespon positif dari terselenggaranya Spiga International Program. Lebih lanjut, pihak sekolah merencanakan pelaksanaan program tersebut setiap tahunnya. Namun, tidak hanya secara virtual, kedepannya SMP PGRI 3 Denpasar bertekad mengadakan program tersebut secara langsung.

“Siapa yang tahu, di masa depan nanti SPIGA dapat mengunjungi sekolah korespondensi di luar negeri, layaknya program pertukaran pelajar,” ujar Ni Made Chandra Widayanti, Kepala SMP PGRI 3 Denpasar. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.