Senderan Ambrol, Pelinggih di Pura Penataran Rawan Tergerus

  • Whatsapp
SENDERAN Pura Penataran Selat Tengah, Desa Selat, Kecamatan Susut, Bangli yang ambrol. Sejumlah pelinggih kini terancam tergerus. Foto: ist

BANGLI – Senderan Pura Penataran dan Balai Agung Banjar Selat Tengah, Desa Selat, Kecamatan Susut ambrol sampai menyebabkan akses jalan tertutup total, Sabtu (4/12/2021) sore lalu.

Ambrolnya dinding penahan tanah sepanjang 10 meter dengan ketinggian 25 meter tersebut kini mengancam keberadaan sejumlah pelinggih di pura setempat, yang rentan tergerus karena kondisi tanah sekitar sangat labil.

Bacaan Lainnya

Pantauan media di lokasi, petugas BPBD Bangli dan Dinas PU Bangli dengan alat berat louder membersihkan material longsor. Hadir juga Camat Susut, I Nyoman Sedana; Kapolsek Susut, AKP Dewa Ngurah Satria Yoga; Perbekel Desa Selat dan masyarakat Banjar Selat Tengah.

Kalak BPBD Bangli, I Ketut Gde Wiradana; didampingi Kasi Kedaruratan dan Logistik, I Ketut Agus Sutapa, yang ditemui di lokasi, Minggu (5/12/2021) menuturkan, material senderan memenuhi jalan yang menghubungkan Selat ke wilayah sekitar seperti Kayuambua dan Petak (Gianyar).

“Longsoran juga membawa pohon beringin tumbang yang tumbuhnya persis di atas senderan. Akses jalan jadi tertutup total, juga mengakibatkan kabel induk PLN jatuh tertimpa pohon beringin,” urainya.

Mengingat besarnya volume longsoran, dia berkata upaya penanganan yang dilakukan Sabtu sore belum maksimal menimbang kondisi cuaca dan keamanan petugas. Penanganan baru bisa dilakukan pada Minggu (5/12/2021) dengan melibatkan warga dan satu loader milik Dinas PU.

Baca juga :  Penghuni Masih Bertahan di Rumah yang Ambruk

Dia juga juga berkoordinasi dengan PLN karena di lokasi ada jaringan kabel yang putus. Selain tidak ada korban jiwa, sejak kemarin akses jalan sudah bisa dilalui. Namun, sesuai hasil penghitungan, kerugian yang ditimbulkan diestimasi mencapai ratusan juta.

Selain itu, kondisi Pura Penataran dan Balai Agung Banjar Selat Tengah kini kondisinya sangat labil dan rawan tergerus. Sebab, bagian bawah pura tanahnya sangat labil. Sejumlah pelinggih di sekitar beringin juga turut terancam ambrol.

“Kami harap pemerintah segera ikut membantu warga untuk menanganinya, agar kerugian lebih besar tidak terjadi,” ucapnya sembari mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

Dia menambahkan, saat ini di lokasi terdapat sebatang pohon beringin lagi. Ini dinilai membahayakan, lantaran pohon tersebut berumur tua dan akarnya mulai keropos. Untuk memangkasnya, Bupati Bangli menghubungi Bupati Gianyar untuk minta bantuan alat pemotong.

Sayang, alat milik Dinas PU Gianyar yang datang tidak bisa membantu gegara hanya memiliki panjang 14 meter. Di sisi lain, ketinggian pohon beringan yang akan dipangkas mencapai 50 meter.

“Memang sudah ada rencana warga untuk memotong pohon beringin tersebut. Sebelumnya tentu dilakukan upakara pralina (dilebur) dulu,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.