Ramaikan Pekan Mode di Paris, Walikota Rai Mantra Bangga Kain Endek makin Dikenal Masyarakat Dunia

  • Whatsapp
GRAND Final Duta Endek di Tahun 2019, salah satu agenda rutin yang digelar Pemkot Denpasar setiap tahunnya. foto: ist

DENPASAR – Endek sebagai salah satu tenun ikat Bali yang memiliki ragam corak dan sejarah yang keberadaannya telah berkembang pesat sejak tahun 1985. Hal ini membuat Pemkot Denpasar terus melakukan upaya pelestarian hingga membawa tenun ikat Endek ke kancah Nasional dan Internasional.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggaet insan muda dalam pemilihan Duta Endek Kota Denpasar sejak tahun 2012 silam.

Bacaan Lainnya

Pemkot Denpasar juga menjadi yang pertama dalam memasyarakatkan kain endek, hal ini terbukti dengan penggunaan kain endek di lingkungan Pegawai Pemkot Denpasar sejak tahun 2005. Selain itu, berbagai gelaran event juga turut dilaksanakan seperti fashion show, lomba busana endek, dan lain sebagainya.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Ketua Dekranasda Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra, Kamis (1/10/2020) menjelaskan, seiring dengan berjalannya waktu, Pemkot berhasil mengubah mindset masyarakat terhadap kain tenun endek tersebut.

Saat ini kain tenun endek tidak hanya digunakan sebatas pada upacara-upacara keagamaan saja, melainkan sudah mulai digunakan dalam berbagai kesempatan seperti sebagai seragam kerja pegawai, seragam sekolah, maupun sebagai busana sehari-hari yang diminati kalangan pejabat negara, para artis nasional, hingga wisatawan mancanegara.

Baca juga :  Kabar Baik! 56 Pasien Corona di Denpasar Sembuh

Lebih lanjut dikatakan, Kain tenun endek adalah salah satu Warisan Budaya yang berwujud hasil karya manusia dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Denpasar sebagai ibu kota provinsi Bali saat ini mulai gencar mempromosikan keberadaan kerajinan kain tenun endek tersebut dengan berbagai upaya dilakukan Duta Endek Denpasar telah menjadi produk ekonomi kreatif unggul di Denpasar.

“Dari Denpasar berdampak bangkitnya perajin-perajin endek di daerah-daerah lain,” ujar Rai Mantra seraya menambahkan, Pemkot Denpasar melalui Disperindag yang menggandeng Dekranasda bersinergi untuk lebih gencar dalam pelestarian kain tenun endek ini agar masyarakat mau menggunakan endek sebagai fashion trend dalam sehari-hari dan mengubah mindset masyarakat bahwa kain endek tidaklah kuno.

Terbukti sudah selama 8 Tahun terselenggrakannya Pemilihan Duta Endek Kota Denpasar sampai Tahun 2019 ini peningkatan penjualan endek semakin melaju pesat dan penjualan pakaian endek pun ikut meningkat setiap tahunnya.

“Berperan sebagai Duta Endek Kota Denpasar tidak hanya menjadi trendsetter dalam berbusana tetapi dapat menjadi wirausaha muda di Kota Denpasar yang mampu menciptakan produk-produk yang memiliki nilai jual tinggi, produk ciptaannya seperti sabun cuci khusus endek, pakaian formal dan non formal, tas, sepatu, dan lainnya,” jelasnya.

Keberhasilan Pemkot Denpasar dalam pelestarian Kain Tenun Endek ini membawa angin yang segar bagi para desainer-desainer lokal bahkan manca negara untuk merancang karya-karyanya dengan memilih kain tenun endek sebagai dasar rancangannya. Kali ini, kain Endek produk unggulan Kota Denpasar berhasil menginjakkan kakinya di pasar fashion internasional.

Baca juga :  ESI Harus Sabar Jadi Anggota KONI Bali

Kain asal Pulau Dewata ini baru saja ikut merambah Kota mode Paris, dimana digunakan brand fesyen terkenal Christian Dior pada pagelaran pekan mode fesyen Paris Fashion, 29 September lalu.

“Pemerintah Kota Denpasar dan Duta Endek Kota Denpasar sangat berbangga mendengar kabar baik bahwa kain endek tersebut sudah dapat dikenal luas oleh masyarakat dunia. Ini membuktikan Pemkot dan Duta Endek Kota Denpasar berhasil dalam pelestarian kain tenun endek tersebut,” ungkap Rai Mantra.

Sementara, Duta Endek Kota Denpasar, Lady Athalia merasa sangat bangga karena endek (tenun ikat bali) bisa menunjukkan esksistensinya hingga tingkat internasional. Walaupun sudah beberapa kali tampil di ajang internasional, namun kali ini berbeda karena brand ternama dunia (DIOR), menggunakan endek sebagai bahan utama karyanya.

Hal senada disampaikan Duta Endek lainya, A.A.Ngurah Surya Dharma Prayoga mengaku sangat senang dan bangga ketika saya melihat di salah satu potingan Dior Official terdapat model yang mengenakan pakaian yang terbuat dari kain Endek.

“Begitu kuatnya daya tarik dari kain yang kita miliki ini, berkat keunikan corak warna dan cara pembuatannya serta para pengrajin yang tak pernah berhenti untuk melestarikan kain Endek, saya harap warisan seni dan budaya leluhur yang kita miliki ini dapat terus terjaga kelestariannya dan bagi para generasi muda sudah menjadi tugas kita untuk mempertahankan dan melestarikan kain Endek, karena Endek kita punya, Kita pakai, Kita bangga,” pungkasnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.