Polres Bangli Gelar Operasi Cipkon, Jaga Kondusivitas Jelang Pilkada dan Nataru

  • Whatsapp
KAPOLRES AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan; didampingi Kasatnarkoba Iptu I Nyoman Sudarma, dan Kasubaghumas AKP Sulhadi, saat merilis hasil Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung 2020. Foto: ist
KAPOLRES AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan; didampingi Kasatnarkoba Iptu I Nyoman Sudarma, dan Kasubaghumas AKP Sulhadi, saat merilis hasil Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung 2020. Foto: ist

BANGLI – Menjaga situasi kondusif menjelang Pilkada Bangli dan perayaan Natal serta Tahun Baru 2021, Polres Bangli menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung 2020 selama 16 hari  mulai 22 November 2020 s.d. 7 Desember 2020. Demikian disampaikan Kapolres AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan didampingi Kasatnarkoba Iptu I Nyoman Sudarma, dan Kasubaghumas AKP Sulhadi, Sabtu (28/11/2020).

Sasaran operasi ini, kata Kapolres, yakni sajam, senpi, amunisi, handak/bom rakitan, kembang api, dan benda berbahaya lainnya. Termasuk miras, narkoba, uang palsu, dan barang hasil kejahatan. Operasi Cipkon Agung 2020 di wilayah Kecamatan Bangli, Tembuku, Susut dan Kintamani, jelasnya, berhasil mengamankan 359 liter arak. Walaupun ada Pergub yang mengatur legalitas arak, pelaku dikenai pasal dalam Perda Bangli No. 2 tahun 2017 tentang menyimpan/menjual miras jenis arak. Dalam pasal 27 ayat (1) Perda itu diatur tentang usaha perdagangan minuman beralkohol tanpa izin, dan izin usaha perdagangan minuman beralkohol serta tempat penjualan minuman beralkohol.

Bacaan Lainnya

Selama operasi ini, sambungnya, polisi menangkap IMG (43), pekerja serabutan asal Desa Bangbang, Tembuku karena menyimpan sabu-sabu. Saat menyelidiki informasi masyarakat, urainya, tim buser narkoba melihat tersangka dan mengamankannya. “Tersangka ditangkap di kandang sapi milik warga di tengah persawahan Banjar Bangbang, Tembuku; dengan barang bukti narkotika jenis sabu. Dia mengonsumsi itu dengan alasan sebagai doping supaya kuat bekerja,” ungkap Kapolres.

Baca juga :  Menpora akan Upayakan Vaksinasi Covid-19 bagi Atlet PON Papua

Tersangka mengaku mendapat sabu-sabu tersebut dari seseorang berinisial A, yang saat ini mendekam di Lapas Kerobokan. Tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp8 miliar. Mendekati akhir masa kampanye Pilkada Bangli, Kapolres menilai ini sebagai periode krusial. Dia mengimbau semua pihak, terutama di masa tenang, dapat menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.