Perbekel Sudaji Antarkan Warganya Rehabilitasi ke BNNK Buleleng

  • Whatsapp
PERBEKEL Desa Sudaji (pakai baju putih) saat mengantarkan warganya ke BNNK Buleleng untuk dilakukan rehabilitasi. foto: ist

BULELENG – Tindakan yang dilakukan Perbekel Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, Made Ngurah Fajar Kurniawan, dalam mencegah masyarakat dalam penyalahgunaan narkoba, patut ditiru. Dia secara langsung mengantarkan seorang warganya yang diduga menggunakan narkoba ke BNNK Buleleng untuk menjalani rehabilitasi.

Perbekel Desa Sudaji mengantarkan warganya yang terduga melakukan penyalahgunaan narkoba untuk lapor diri ke kantor BNNK Buleleng pada Rabu (15/9/2021). Kedatangan sang perbekel diterima Koordinator Rehabilitasi BNNK Buleleng. Hasil asasemen, warga itu positif menggunakan narkotika sehingga dirujuk untuk rawat jalan di Klinik Pratama BNNK Buleleng.

Bacaan Lainnya

Made Ngurah Fajar Kurniawan mengatakan, ini merupakan komitmen Pemerintah Desa Sudaji dalam mencegah dan menyadarkan masyarakat tentang bahaya narkoba. Dia mengatakan, warga yang diantar ke BNNK itu diketahui menggunakan narkoba saat warga tersebut bercerita kepada dirinya.Setelah diberikan pemahaman, akhirnya warga tersebut bersedia dibawa ke BNNK Buleleng untuk menjalani rehabilitasi.

‘’Kami berupaya mengedukasi bahwa narkoba itu merugikan masyarakat. Awalnya kami ngobrol, saya tanya, akhirnya dia mengaku pakai narkoba. Dan ini upaya selamatkan masyarakat dari narkoba,’’ kata Fajar Kurniawan, Kamis (16/9/2021).

Sejauh ini, diakui Fajar, setidaknya ada tiga orang warga Sudajiyang telah menjalani rehabilitasi. Kedepan, untuk bisa mewujudkan komitmen dalam mencegah dan menyadarkan masyarakat dari bahaya narkoba, Pemerintah Desa Sudaji bersama desa adat Sudaji akan membuat sebuah aturan agar masyarakat menjauhi narkoba.

Baca juga :  Komisi IV DPRD Gianyar Apresiasi Fasilitas RSU Sanjiwani dan Payangan

‘’Peran kami melindungi warga dari bahaya narkoba. Mungkin kedepan kami dari dinas akan buat aturan pelarangan agar warga tidak pakai narkoba. Begitu juga adat dengan pararem agar ada efek jera, supaya takut menggunakan narkoba,’’ jelas Fajar Kurniawan.

Sebelumnya, Kepala BNNK Buleleng, AKBP Gede Astawa, menegaskan, tugas dari BNN yakni menyelamatkan masyarakat dari penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, pengguna narkoba adalah korban sehingga harus dilakukan penyelamatan dengan cara direhabilitasi.

‘’Tugas BNN, kalau yang pengedar proses hukum. Kalau pengguna, itu kan korban bagaimana sadarkan diri mereka untuk merehabilitasi di BNN. Kalau ketergantungan masih minim, berarti bisa jalan di BNNK, tapi kalau keras (berat) harus di Bangli,’’ kata AKBP Astawa.

Hingga saat ini, BNNK Buleleng telah merehab sebanyak 211 orang pecandu narkoba, dan ada puluhan orang diantaranya menjalani rehab di Bangli. Kebanyakan orang yang datang menjalani rehab berawal dari laporan keluarganya yang tidak tahan perilaku pecandu narkoba.

‘’Yang merehab ini ada keluarga melaporkan, karena mereka tidak tahan barang semua habis dijual untuk beli narkoba sehingga ada melakukan tindak pidana. Kami harap, bagi pengguna narkoba agar bersedia direhab sehingga nanti masyarakat Buleleng bisa terbebas dari narkoba,’’ pungkas AKBP Astawa. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.